TEMPO.CO, Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali, menanggapi hasil survei dari sejumlah lembaga yang menunjukkan perolehan suara NasDem menurun usai mengusung Anies Baswedan sebagai calon Presiden 2024. Dia menyebut partainya tidak bakal terpengaruh dengan hasil survei tersebut.
“Jika pesannya ingin menciptakan opini bahwa penurunan suara karena mendukung Anies, biarlah itu menjadi risiko politik kami. Keputusan NasDem mengusung Anies jika dianggap salah akan dipertanggungjawabkan pada 2024. Biarlah rakyat menilai itu,” kata Ali kepada Tempo, Selasa, 2 November 2022.
Kemarin, Lingkaran Survei Indonesia atau LSI Denny JA mempublikasikan hasil survei tentang Partai Politik dan Pertumbuhan Pro-Syariat Islam. Adapun hasil survei parpol menunjukkan NasDem menempati peringkat 7 dengan jumlah 3,9 persen alias di bawah parliamentery threshold sebesar 4 persen.
Baca juga: Hasil Survei LSI Denny JA NasDem di Bawah 4 Persen, Ahmad Ali: Kami Tidak Terpengaruh
Ali menegaskan partainya tidak khawatir dengan hasil survei tersebut. Menurut dia, Partai NasDem hanya merujuk pada lembaga survei yang punya nilai intelektual dan kredibilitas.
“NasDem membaca itu sebagai suatu hal yang tidak perlu ditanggapi. Kami merujuk pada lembaga survei yang punya intelektual, kredibilitas, itu yang layak dijadikan rujukan,” kata dia.
Ali mengatakan saat ini lembaga survei yang dikomersialisasi sudah meruak. Menurut dia, ada sejumlah lembaga survei yang sangat mudah mengeluarkan rilis tanpa basis yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Bukan kali ini saja (hasil survei NasDem di bawah 4 persen), bisa jadi maju tak gentar membela yang bayar,” ujarnya.
Padahal, kata Ali, hasil survei Populi dan Litbang Kompas menunjukkan bahwa elektabilitas Partai NasDem meningkat. Hasil survei populi pada Oktober 2022 menunjukkan NasDem menempati peringkat lima dengan suara sebesar 7,3 persen. Sementara hasil survei Litbang Kompas di bulan yang sama menunjukkan NasDem memperoleh suara sebesar 4,3 persen.
“Dari semua lembaga survei ada kenaikan cukup signifikan. Populi menempatkan NasDem di posisi lumayan, Litbang Kompas juga ada kenaikan signifikan,” kata dia.
Ali menyebut Partai NasDem optimis dapat meraih kemenangan dalam Pemilihan Umum atau Pemilu 2024. Apalagi, partainya menjagokan Anies Baswedan sebagai Calon Presiden yang dilekatkan dengan simbol perubahan.
“Kami ingin mengubah bangsa ini, kami ingin jadi pemenang. Kami ingin mengubah Indonesia dengan mengusung Anies jadi Presiden. Oleh sebab itu dengan segala hormat, marilah kita saling menghargai,” kata Ali.
Baca juga: AHY dan Aher Disodorkan jadi Cawapres Anies Baswedan, Partai NasDem Tawarkan Jalan Tengah
Anies Baswedan menyatakan rekam jejak lebih bisa diuji ketimbang visi misi yang bisa dibuat oleh orang lain.
Presidium Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) berencana menggelar reuni aksi 411 pada 4 November 2022 di depan Istana Merdeka
Anies Baswedan mengucapkan terima kasih kepada NasDem selaku partai yang menjagokan dirinya nyapres. Dia minta relawan IndonesiAnies jangkau NasDem.
Ali menyebut kunjungan Anies Baswedan ke Medan hanya bersama Partai NasDem. Partai Demokrat dan PKS tak ikut.
Relawan IndonesiAnies meneriakkan “Anies Presiden” saat menyambut calon presiden yang akan mereka dukung pada Pilpres 2024.
Deklarasi koalisi Nasdem, Demokrat, PKS belum capai titik temu. Usul NasDem agar deklarasi 10 November 2022 tampaknya tak akan terlaksana.
Politikus PDIP mengkritik pernyataan Kadishub DKI yang menyebut ada masalah regulasi dalam proyek LRT Jakarta.
Pemprov DKI tak lagi menganggarkan pembangunan rumah DP Nol Rupiah yang pernah jadi program andalan di era Anies Baswedan.
LSI Denny JA menggelar survei dengan hasil surveiPartai NasDem mendapat suara 3,9 persen atau di bawah ambang batas parlemen.
Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta melepas segel di tempat hiburan malam Holywings Gatot Subroto Club V karena sudah melengkapi perizinan.