PROMO : Tim Ouirpure berkostum halloween menyapa pengunjung Malioboro. (ISTIMEWA)
RADAR JOGJA – Tak sedikit penyintas long Covid-19 mengalami efek lanjutan berupa kerontokan rambut. Salah satunya dialami oleh founder Ouirpure Bella Dherisa Risanti. Sosok ini berhasil menciptakan serum penguat akar rambut dan penyehat kulit kepala untuk mencegah kerontokan rambut.
Bella mengungkapkan saat terpapar covid, dirinya sedang hamil. Selama proses penyembuhan dari covid, ternyata ia mengalami kerontokan rambut yang cukup parah. Kondisi ini tidak pernah ia alami sebelumnya.
“Saya sempat konsultasi ke dokter, dan disarankan tidak menggunakan produk haircare berbahan kimia,” jelas Bella, Jumat (4/11).
Dari situlah, Bella tertantang membuat serum penguat akar rambut. Tentunya yang aman bagi semua kalangan, terutama ibu hamil dan menyusui. Produk serum yang diberi nama Ouirpure telah diluncurkan Juni 2022.
“Serum Ouirpure ini aman digunakan karena memakai bahan alami (natural) dan yang pasti efektif mengatasi masalah rambut rontok,” katanya.
Lebih lanjut Bella menjelaskan, masalah kerontokan rambut berawal dari kesehatan pada bagian kulit kepala. Sehingga serum Ouirpure ini dibuat khusus untuk menyehatkan kulit kepala.
“Serum rambut ini bisa digunakan oleh laki-laki maupun perempuan usia 17-45 tahun. Bahkan banyak anak-anak yang diberi serum ini dan cocok,” ujarnya.
Tahun ini, lanjut Bela rencananya akan diluncurkan 2 varian baru Ouirpure. Produk-produk Ouirpure dapat ditemui di website ouirpure.com, marketplace serta telah menjalin kerja sama dengan sejumlah offline store dan mall.
“Kami juga gencar melakukan edukasi kepada masyarakat tentang cara memelihara kesehatan kulit kepala dan rambut yang aman,” katanya.
Kreatifitas dan inovasi menjadi kunci keberhasilan Bella dalam pengembangan bisnis. Salah satunnya memanfaatkan momentum Halloween sebagai ajang pengenalan produk yang dilakukan secara unik namun efektif.
Dengan berkostum seram ala Halloween, timnya membagikan tips menjaga kesehatan rambut. Juga membawa poster berisi kata-kata lucu di sepanjang Malioboro hingga Titik Nol Kilometer Jogjakarta.
“Halloween dan perawatan rambut sepertinya tidak relevan, tapi cara kami ini mendapat perhatian dan respons positif dari masyarakat (pengunjung Malioboro). Memasarkan produk tidak melulu hard selling, tapi bisa juga dilakukan secara kreatif dan unik,” ujarnya. (*/DWI)

source