TRIBUNJABAR.ID, CIREBON, JAWA BARATDompet Dhuafa Bersama Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) mengajak puluhan peserta yang sebagian besarnya berlatarbelakang mualaf melakukan care visit ke Keraton Kasepuhan Cirebon, Kesepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, pada Jum’at (28/10/2022).
Care visit ini menjadi salah satu agenda dari program Rihlah Mualaf dan Gerakan Cinta Sejarah Islam.
Pada care visit ini, Dompet Dhuafa mengajak para 35 mualaf yang dibimbing langsung oleh para dai Cordofa untuk melihat jejak sejarah keraton/kerajaan Islam di Cirebon. Tidak hanya sejarah keraton, sejarah Islam pun dijelaskan oleh masing-masing tour guide dari keraton kesepuhan ini.
Mulai dari awal sejarah masuknya Islam ke Indonesia, hingga sejarah Syarif Hidayatullah atau yang biasa dikenal Sunan Gunung Jati.
Di Keraton Kesepuhan Cirebon ini, masih banyak peninggalan zaman kesultanan, mulai dari bangunan, baju perang, bahkan sampai pakaian kerajaan yang dahulu digunakan oleh para sultan masih tersimpan di sana.
Barang-barang sejarah ini dijaga dengan baik sehingga setiap orang yang datang dapat melihat dan mengetahui sejarah di balik peninggalan tersebut.
Insan Dompet Dhuafa dan Dai Cordofa dengan mualaf juga sangat disambut baik oleh pihak keraton kesepuhan. Dalam kunjungan ini, Dompet Dhuafa dan Cordofa disambut dengan sebuah acara seremonial oleh keraton kesepuhan.
Patih Sepuh Keraton Kasepuhan, Pangeran Raja Goemelar Soeriadiningrat kepada rombongan Dompet Dhuafa mengatakan, sangat senang dengan kedatangan Dompet Dhuafa di sini.
Ia berharap para peserta rombongan yang didominasi oleh mualaf ini bisa mempelajari dan meng-eksplore mengenai sejarah atau peradaban Islam yang masih ada di keraton kesepuhan Cirebon.
“Mudah mudahan kedatangan ibu-ibu dan bapak-bapak di sini bisa mempelajari dan meng-eksplore mengenai sejarah atau peradaban Islam yang masih ada di keraton kesepuhan Cirebon ini,” ucapnya.
Pangeran Raja Goemelar Soeriadiningrat juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan Dompet Dhuafa dan para Dai Cordofa beserta mualaf dan donatur ke keraton kesepuhan Cirebon.
“Mohon doanya dan saya mengucapkan terima kasih mewakili keluarga besar keraton Cirebon atas berkenannya ibu-ibu dan bapak-bapak hadir ke keraton kesepuhan Cirebon”.
Turut hadir dalam acara ini, General Manager Layanan Sosial Jupetra Panji Utama seraya mengatakan, dalam kunjungan ini, Dompet Dhuafa berharap agar ada ilmu atau pelajaran yang diambil sehingga tidak sia sia. “Semoga dengan diadakannya kunjungan ini turut menambah keimanan dan keislaman kita semua,” katanya.
Ia juga berpesan kepada para mualaf untuk tidak menyandang sebutan mualaf terlalu lama. Bila perlu, harapnya, dalam waktu 2 (dua) bulan, dasar-dasar Islam sudah mampu dipelajari dan dilaksanakan sebagai mana seorang muslim.
Pada acara ini, dilakukan juga serah terima donasi program reviltalisasi cat tebok dan alat kebersihan untuk museum pusaka, langgar agung, dan langgar alit keraton kesepuhan Cirebon oleh Dompet Dhuafa.
Usai acara ditutup, para insan Dompet Dhuafa dan Cordofa bersama mualaf dan donatur melakukan bakti sosial di sekitar keraton kesepuhan.

source