TRIBUNPAREPARE.COM, PAREPARE – Praktik pelanggaran politik uang jalur transfer menjadi tantangan dalam pengawasan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Hal itu mencuat dalam gelar dialog publik pengawasan pemilu di Cafe Sweetness, Jl Andi Petta Unga, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Kamis (3/11/2022).
Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad menjelaskan, politik uang di era digital dapat melalui transfer.
Ini merupakan pola baru oknum dalam kecurangan politik.
“Politik uang lewat jalur transfer baik atm maupun aplikasi seperti ovo ini adalah tantangan tersendiri bagi kami,” katanya 
Saiful mengatakan, memasuki era digital, maka tantangan Bawaslu juga bertambah ke ranah digital khususnya transaksi politik uang.
Baca juga: Mantan Ketua Bawaslu: Jika Ada yang Beri Uang, Ambi Saja, Jadikan Barang Bukti
Selain itu, belum ada langkah konkrit yang dapat mencegah politik uang lewat jalur transfer tersebut.
Menurutnya, untuk menelusuri jejak digital seperti itu cukup sulit dilakukan.
“Pastinya sulit untuk ditelusuri transaksi digital seperti itu karena kita juga punya keterbatasan wewenang. Apalagi itu ranah privat yang bersangkutan jadi itu tantangan kita di era digital ini dalam pengawasan pemilu,” tambahnya.
Belum selesai di sana, pengawasan di akar rumput juga masih menjadi persoalan mendasar.
Karakteristik masyarakat yang masih mengaminkan politik uang membuat hal itu semakin sulit diberantas.
“Kita juga tahu kesadaran masyarakat masih minim terkait politik uang. Justru masih ada masyarakat kita yang malah mencari itu,” ujarnya.
Baca juga: Bawaslu Sulsel Ungkap 7 Potensi Pelanggaran Pemilu 2024 Termasuk Politik Identitas dan Hoax
Lebih jauh, netralitas ASN dalam pemilu masih harus ditingkatkan.
Sulsel sendiri salah satu provinsi yang mana angka ASN tidak netral saat pemilu cukup tinggi.
“Di Sulsel cukup tinggi angka ASN yang tidak netral. Artinya masyarakat kita juga punya kesadaran dalam pengawasan pemilu,” katanya.
Olehnya itu, Bawaslu menggencarkan sosialisasi dan diskusi kepada masyarakat dan kelompok muda.
Tujuannya untuk menyebarkan kesadaran kepada masyarakat khususnya pemilih pemula.
“Melalui diskusi publik ini kita ingin berbagi informasi dan kesadaran berkaitan dengan politik uang serta sarana pengawasan lainnya,” katanya.(*)
Baca juga: Bawaslu Sulsel Hadirkan Prof Muhammad Perkuat Integritas Pengawas Pemilu di Sulsel

source