Advertisement
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Pemeriksaan warga dengan keluhan batuk di Puskesmas Sewon II meningkat drastis. Dari bulan Januari sampai Oktober 2022, jumlah masyarakat yang berkunjung secara berturut-turut yaitu 479, 443, 292, 288, 450, 529, 606, 839, 1006, dan 974 orang.
Menurut Kepala Puskesmas Sewon II, Kuncoro Sakti, kenaikan pemeriksaan ini sangat dimungkinkan karena cuaca yang masuk musim penghujan. “Kalau kaitannya dengan penyakit [covid-19 varian omicron [XBB] mungkin perlu diteliti lebih lanjut,” kata Kuncoro, Selasa (1/11/2022).
Advertisement
Dalam dua bulan terakhir, Puskesmas Sewon II juga men-skrining Covid-19 di polibatuk. Dengan menggunakan swab antigen, 3 dari 5 orang yang dites positif Covid-19. Bagi yang positif dengan gejala ringan, puskesmas akan memberikan obat dan diminta tetap berada di rumah serta memperketat protokol kesehatan.
Baca juga: Ferdy Sambo ke Orang Tua Brigadir J: Peristiwa Itu Akibat Perbuatan Anak Bapak ke Istri Saya
Apabila ke depannya gejala memberat, maka pasien diminta segera menghubungi puskesmas. “Untuk selanjutnya kami rujuk ke rumah sakit untuk perawatan,” katanya. “Tapi rata-rata masyarakat tidak mau diswab.”
Meski adanya kenaikan kasus batuk, Kuncoro mengatakan stok obat terkait di puskesmasnya masih cukup dan lengkap. Dia mengimbau masyarakat tetap menggunakan masker, terutama untuk yang sedang flu atau batuk.
“Sekarang sepertinya sudah samar gejala klinis antara flu dan Covid-19 itu hampir mirip. Dan banyak masyarakat yang ditemukan Covid-19, mereka hanya gejalanya hampir mirip flu jadi biasa-biasa saja. Yang kami temukan Covid-19 yang gejalanya sangat ringan,” kata Kuncoro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

source