Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Handoyo .
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Emiten produsen suku cadang dan otomotif, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) menjabarkan jika pendorong peningkatan laba bersih di kuartal III 2022 berasal dari penjualan OEM, REM dan ekspor.
Direktur AUTO, Wanny Wijaya menuturkan pendapatan AUTO juga naik seiring dengan kenaikan demand akan produk dan layanan yang dihasilkan oleh AUTO diantaranya melalui Astraotoshop.com, Astra Otoservice, dan Shop&Drive.
“Pemicu kenaikan laba bersih AUTO di kuartal III 2022 karena adanya peningkatan pendapatan dari OEM, REM, dan penjualan ekspor. Pendapatan AUTO juga naik seiring dengan kenaikan demand akan produk dan layanan yang dihasilkan oleh AUTO diantaranya melalui Astraotoshop.com, Astra Otoservice, dan Shop&Drive,” jelasnya kepada Kontan, Kamis (10/11).
Baca Juga: Laba Astra Otoparts (AUTO) Melesat 86,29% di Kuartal Ketiga 2022
Berdasarkan laporan keuangan AUTO, segmen manufaktur komponen otomotif berkontribusi 53,89% dari pendapatan total AUTO. Pendapatan segmen manufaktur komponen mencapai Rp 7,27 triliun hingga September 2022. Pendapatan segmen ini melesat 33,88% secara tahunan.
Laba bersih AUTO berada di angka Rp 831,69 miliar hingga kuartal ketiga 2022. Laba AUTO naik 86,29% dibandingkan periode sama tahun 2021 senilai Rp 446,44 miliar.
Pendapatan segmen perdagangan meningkat 11,05% menjadi Rp 6,23 triliun pada periode sembilan bulan pertama tahun ini dari Rp 5,61 triliun. Kenaikan segmen perdagangan yang lebih kecil menyebabkan porsi pendapatan segmen ini turun menjadi 46,12% dari sebelumnya 50,81%.
Wanny melanjutkan, sebagai industri penunjang otomotif, tentu pihaknya mengacu kepada target penjualan dari asosiasi. Tetapi, pihaknya tidak bisa membuka laporan persentasenya.
Di samping iti, AUTO ingin tetap mengimplementasikan strategi yang berfokus pada kemahiran operasional dalam mencapai cost leadership dan efisiensi melalui mengoptimalkan portofolio produk, perkembangan terhadap proses dan automasi serta melakukan ekspansi bisnis.
“Kami juga melakukan percepatan digitalisasi baik di sisi trading maupun manufacturing. Di bisnis trading perseroan, kami optimalisasikan dengan platform digital yang kami miliki yaitu www.astraotoshop.com. Hal itu dilakukan untuk menjangkau customer B2B maupun B2C dalam skup yang lebih luas lagi,” sambungnya.

 


 
Ia menambahkan, pihaknya juga berupaya untuk terus meningkatkan kualitas layanan baik pada outlet retail dan juga di bisnis baru yaitu Astra Otoservice dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang berlaku.
Dari sisi manufacturing, AUTO juga akan lebih mengoptimalkan industry 4.0 untuk mencapai smart factory sehingga proses produksi yang berjalan akan lebih efektif dan efisien. Wanny mengatakan juga akan terus melakukan inovasi seperti yang telah dimulai Perseroan sejak tahun 2020, dengan memproduksi produk non-otomotif.
“Mengenai serapan capex, saat ini serapannya kami prioritaskan untuk tipe baru dari OEM (Original Equipment Market) dan juga untuk implementasi proses digitalisasi serta otomasi untuk menunjang produktivitas dari lini bisnis manufaktur kami,” tuturnya.

Selanjutnya: DSNG Berpotensi Raih Rp 30 Miliar dari Penjualan Cangkang Sawit ke Jepang di 2022

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

source