Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG -Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Kupang, mencatat ada penambahan kasus HIV/Aids selama tahun 2022. 
Data yang dihimpun, pada tahun 2021 periode Januari hingga Juli terdapat 72 kasus HIV/Aids. Sementara di tahun 2022 hingga periode yang sama, KPA merekam ada 67 kasus HIV dan 8 kasus 
Sekretaris KPA Kota Kupang, Yoseph Rera Beka, mengurai informasi itu, Sabtu 5 November 2022. 
Baca juga: Sumur Kering, Petani Maulafa Kota Kupang Pilih Tanam di Bulan Desember
Yos Rera Beka mengatakan, secara keseluruhan total kasus HIV di Kota Kupang terhitung sejak Tahun 2000 hingga Juli 2022 sebanyak 1.372 kasus dan 864 orang aids. Secara keseluruhan ada 1.858 kasus selama dua dekade terakhir ini. 
Rera Beka menjelaskan, dari total kasus tersebut tersebut, bila dikategorikan berdasarkan jenis kelamin maka 1.146 berjenis kelamin laki-laki dan 712 perempuan. 
Ia menyebut paling banyak orang yang terkena HIV/Aids berada pada usia produktif. Diusia 25-49 tahun tercatat 1.400 orang. 
Pada sektor jenis pekerjaan, Rere Beka menjelaskan, pekerja swasta menjadi paling banyak atau 50 persen, sopir, ojek, buruh, dan pelaut masing 5 persen, ibu rumah tangga 13 persen, ASN 8 persen, mahasiswa 10 persen, TNI/Polri 5 persen, dan lainnya 9 persen. 
KPA Kota Kupang juga mengalami kesulitan dalam menjalankan tugas dan fungsi KPA, karena keterbatasan anggaran yang diberikan. 
Baca juga: Penjabat Wali Kota Kupang George Hadjoh : Beban Listrik Bundaran Tirosa Tak Mampu Dibiayai Pemkot
Ia berharap pada Anggaran Murni Tahun 2023, bisa diperhatikan kebutuhan KPA untuk membantu para penderita HIV dan Aids atau (Odha). 
Ia juga menyampaikan, data-data yang ada merupakan kerjasama dengan LSM, komunitas yang peduli dan hasil temuan dari KPA sendiri dengan melakukan penelusuran ke tempat hiburan dan hasil pemeriksaan ibu hamil di tingkat Puskesmas. 
“Jadi akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lanjutan, bisa ditemukan kasus pada ibu hamil maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, jadi belum pasti positif HIV,” ujar Rera Beka. 
Rera Beka menjelaskan bahwa ketersediaan obat juga sangat kurang saat ini karena keterbatasan anggaran. 
Karena itu KPA membantu para penderita untuk menjadi penerima bantuan iuran pemerintah BPJS Kesehatan, untuk bisa mendapatkan menggunakan keikutsertaan dalam BPJS. 
Baca juga: Pesparawi Perempuan GMIT Klasis Kota Kupang, Digelar Setiap Dua Tahun Sekali

source