Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU – Dinas Kesehatan Timor Tengah Utara menggandeng Fakultas Kesehatan Masyarakat atau FKM Undana Kupang melaksanakan kegiatan Workshop V.
Kegiatan Workshop yang dilakukan Dinas Kesehatan Timor Tengah Utara dan FKM Undana Kupang tentang  advokasi lintas sektor untuk pembangunan kesehatan.
Kegiatan Workshop yang dilakukan Dinas Kesehatan Timor Tengah Utara dan FKM Undana Kupang tentang  advokasi lintas sektor untuk pembangunan kesehatan, berlangsung di Aula Hotel Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi NTT, Selasa, 8 November 2022.
Baca juga: Pelaku Pencurian Mesin Cuci Mobil Dibekuk Aparat Polsek Noemuti Timor Tengah Utara
Kegiatan Workshop dihadiri oleh para Dosen dari FKM Undana, Dr. Yendris K. Syamruth, S.KM.,M.Kes, Dominirsep O. Dodo, S.KM., M.PH, Ribka Limbu, S.KM., M.Kes, dan Sarcy M.Toy, S.KM., M.PH, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara, Robert Tjeunfin, para camat, para kepala Puskesmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, para pimpinan atau perwakilan OPD lintas sektor dan para pegawai puskesmas.
Kegiatan Workshop ke-V merupakan momentum presentasi dan advokasi lintas sektor yang dilakukan oleh para dosen FKM Universitas Nusa Cendana Kupang perihal tata kelola program kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara Tahun 2022.
Saat diwawancarai Ketua Tim Pendampingan Tata Kelola Program Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara, Dr. Yendris K. Syamruth, S.KM.,M.Kes mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan pada kesempatan itu merupakan workshop ke-V yang difokuskan pada pelibatan lembaga lintas sektor dalam upaya membantu tata kelola program kesehatan sesuai dengan taat asas.
“Dalam hal kontribusi apa yang bisa mereka sumbangkan bersama-sama meningkatkan pembangunan kesehatan dalam kaitan dengan program dan kegiatan khususnya dalam dokumen perencanaan Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara,” ungkapnya.
Dikatakan Yendris, lembaga lintas sektor semestinya sudah bisa berpikir bahwa ada beberapa hal yang bisa dilakukan bersama-sama untuk mengurangi beban yang selama ini dipikul sendiri oleh dinas kesehatan.
Baca juga: BPBD Flotim Gelar Bimtek TRC Kebencanaan
Penurunan angka prevelensi stunting yang menjadi prioritas Pemkab Timor Tengah Utara bahkan Provinsi dan Pemerintah Pusat menjadi salah satu alasan kegiatan tersebut dilaksanakan.
Dengan terlaksananya kegiatan advokasi sebagaimana yang dilaksanakan pada kesempatan itu, semua pihak dalam hal ini OPD lingkup Pemkab Timor Tengah Utara, lintas OPD, kepala wilayah, pemuka agama dan pers bisa berkontribusi sesuai perannya masing-masing.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut, semua pihak bersatu padu meningkatkan pembangunan kesehatan di Kabupaten Timor Tengah Utara.
Baginya, proses perencanaan harus didahului dengan proses pengumpulan masalah dan analisis situasi dari tingkat bawah yakni Puskesmas. 
Ia juga berharap agar, dokumen perencanaan yang dihasilkan lebih baik pada tahun 2023 dan 2024 mendatang.

source