Monday, 13 Rabiul Akhir 1444 / 07 November 2022
Monday, 13 Rabiul Akhir 1444 / 07 November 2022

Selasa 01 Nov 2022 21:37 WIB
Rep: Wahyu Suryana/ Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi ceramah sebagai bagian dari dakwah.
REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN – Profesi apapun merupakan aktivitas yang sangat mulia. Apalagi, ketika pekerjaan-pekerjaan tersebut dilaksanakan dengan penuh semangat dan ikhlas pada dasarnya mengandung unsur peran dakwah.    
Direktur DPPAI Universitas Islam Indonesia (UII), Drs Nanang Nuryanta menekankan, pekerjaan yang dijalankan dengan demikian akan bernilai ibadah dan dapat membawa keberkahan dalam hidup. 
Yang dilihat bukan apa pekerjaannya, melainkan apa bentuk kontribusi yang sangat memberikan dampak dan kebermanfaatan. 
Kemudian, memaksimalkan proses pembelajaran. Karena itu, Nanang menyarankan, kita harus ada kesungguhan. Ibadah tidak ada arti apa-apa kalau tidak diniatkan kepada Allah SWT. Untuk itu, semua aktivitas yang kita lakukan diniatkan ibadah. 
“Insya Allah apa yang dilakukan tidak sia sia,” kata Nanang dalam Pelatihan Dakwah Tenaga Kependidikan: Meraih Kesempurnaan Ibadah Dengan Bekerja yang digelar Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam (DPPAI) UII, Selasa (1/11/2022).
Dosen FIAI UII, Muhammad Najib Asyrof menuturkan, setiap manusia memiliki hak untuk berdakwah tanpa memandang status sosial maupun status pekerjaannya. Jadi, apapun pekerjaannya, masing-masing kita semua sebenarnya merupakan duta dakwah. 
Dia menekankan, meskipun kita bekerja dengan baju yang kotor, kita semua tidak luput dari kewajiban berdakwah sepanjang kita masih merasakan nikmatnya taklif. Kemudian, kita merasa apa saja yang kita sampaikan itu baik dengan orang lain. 
“Berdakwah tidak harus di mimbar akademik, bisa di rumah mengajari anak-anak, dan tidak ada kata terlambat, mudah-mudahan bisa menjadi pasokan pahala untuk kita semua,” ujar Najib. 
Dosen FH UII, Bagya Agung Prabowo, mengingatkan, semua profesi yang ditekuni memiliki derajat yang sama di hadapan Allah SWT. 
Manusia itu terbentuk oleh pola pikir (aqliyah) dan pola sikap (nafsiyah), sehingga siapapun itu tidak penting. 
Dia menegaskan, yang penting itu pola pikir kita dan pola sikap kita. Apapun profesinya di mata Allah SWT sama, yang membedakan itu ketaqwaannya. 
Jadi, jangan iri ataupun memandang kalah dengan orang lain karena di mata Allah SWT itu sama. 
Terakhir, dia berpesan untuk senantiasa berdakwah dan menebar kebaikan dan secara garis besar dakwah ada tiga macam. 
Ada dakwah yang disampaikan dengan ucapan, dakwah yang disampaikan dengan perbuatan dan dakwah melalui tulisan-tulisan. 
“Segala profesi apapun sangat mungkin melakukan ketiganya. Mengingatkan orang lain satu profesi itu sudah termasuk dakwah bil lisan,” kata Bagya.   
Dapatkan Update Berita Republika
Kearifan Lokal Masjid Bambu Kiram yang Berpadu Nilai Sejarah
Batas Minimal dan Maksimal Perempuan Alami Menstruasi Menurut Fikih Islam 
Jawaban Ibnu Abbas untuk Kaum Ekstremis Khawarij
7 Perkara Makruh Ini Sebaiknya Dihindari Ketika Sholat Menurut Mazhab Syafii
Rahasia-Rahasia Sholat yang Diungkap Syekh Ibnu Athaillah dalam Al-Hikam
Ruang Tekno

Berikut cara download video Youtube Shorts tanpa harus instal software di laptop maupun HP.
Kurusetra

SnapTik.App merupakan salah satu situs untuk mendownload video TikTok.
Kalimantan

Banjir yang terjadi di kota Singkawang kembali masuk ke bangsal rumah sakit.
Kurusetra

YouTube Premium menawarkan uji coba gratis selama satu bulan.
Ruang Tekno

Berikut cara cepat dan mudah download video Youtube jadi MP3 di ponsel kamu.
8 PHOTO
8 PHOTO
8 PHOTO
6 PHOTO
6 PHOTO
Senin , 07 Nov 2022, 01:55 WIB
Ahad , 06 Nov 2022, 19:14 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved

source