Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Wall Street menguat di awal perdagangan pekan ini. Senin (24/10) pukul 20.55 WIB, Dow Jones Industrial Average melesat 1,28% ke 31.475. Indeks S&P 500 naik 0,84% ke 3.784. Sedangkan Nasdaq Composite turun 0,17% ke 10.840.
Pasar saham Amerika Serikat (AS) menguat karena imbal hasil US Treasury melemah di tengah harapan Federal Reserve akan mengerem laju kenaikan suku bunga. Sementara investor bersiap untuk minggu sibuk pendapatan yang didominasi oleh perusahaan big tech.
Tiga indeks utama Wall Street menguat pada hari Jumat setelah sebuah laporan mengatakan bank sentral AS kemungkinan akan memperdebatkan kenaikan suku bunga yang lebih kecil pada bulan Desember. Sinyal ini memacu ekspektasi bahwa The Fed mungkin siap untuk mengurangi sikap ultra-hawkish dalam memerangi lonjakan inflasi.
Baca Juga: Net Buy Asing Rp 1,4 Triliun Saat IHSG Naik di Hari Keenam, BBCA, BMRI, TLKM Terbesar
Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun tergelincir ke 4,17% pada hari ini setelah mencapai tertinggi dalam 15 tahun di 4,34% pada hari Jumat (21/10) lalu.
Wall Street mencatat kenaikan persentase mingguan terbesar mereka dalam empat bulan pada hari Jumat. Penguatan pasar saham juga didukung oleh laporan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan.
Induk Google Alphabet Inc dan Microsoft Corp akan melaporkan kinerja keuangan pada hari Selasa. Sedangkan Apple Inc dan Amazon.com Inc akan merilis kinerja yang berakhir September pada hari Kamis.
Laporan pendapatan dari empat perusahaan AS terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar dapat menguji reli yang baru lahir di Wall Street karena saham bangkit kembali dari posisi terendah terbaru.
Baca Juga: Simak Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Selasa (25/10)
“Musim pelaporan benar-benar memberi investor kesempatan untuk mengalihkan fokus mereka pada kekuatan pendapatan sebenarnya dari perusahaan Amerika, dan saya pikir itulah mengapa pasar saham menguat,” kata Art Hogan, kepala strategi pasar di B. Riley Wealth di New York kepada Reuters
Dari 99 perusahaan di S&P 500 telah yang melaporkan pendapatan kuartal ketiga hingga Jumat, 74,7% mengalahkan ekspektasi analis, menurut perkiraan Refinitiv IBES.
Indeks acuan S&P 500 naik hampir 5% dari penutupan terendah 12 Oktober untuk tahun ini. Meskipun rebound baru-baru ini, S&P 500 turun 21% sejauh ini pada tahun 2022, di jalur penurunan terbesar sejak 2008.
Baca Juga: Ditopang Laporan Keuangan Emiten, Ini Proyeksi IHSG & Rekomendasi Saham Esok (25/10)
Sementara itu, saham perusahaan China yang terdaftar di AS seperti Alibaba Group Holding Ltd dan Baidu Inc masing-masing turun sekitar 12% dalam perdagangan premarket. Tim kepemimpinan baru Presiden Xi Jinping meningkatkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan akan dikorbankan untuk kebijakan yang didorong oleh ideologi.
Harga saham Tesla turun 2,9% setelah produsen mobil listrik ini memangkas harga awal untuk mobil Model 3 dan Model Y sebanyak 9% di China. Langkah ini membalikkan tren kenaikan di seluruh industri di tengah tanda-tanda melemahnya permintaan di pasar mobil terbesar di dunia.
Investor akan mengamati survei kilat S&P Global tentang aktivitas bisnis AS pada bulan Oktober, yang dijadwalkan pada pukul 09:45 waktu setempat, untuk petunjuk tentang kesehatan ekonomi AS di tengah kenaikan suku bunga yang cepat.

Selanjutnya: OJK Masih Menunggu Rencana Penyehatan Keuangan Asuransi Bermasalah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

source