SERAMBINEWS.COM, LANGSA – Tokoh agama Buddha di Kota Langsa, Karifuddin Chiawi alias Pak Afok dan Reinhart, pendeta dari gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Kota Langsa keduanya mengaku aman dan nyaman tinggal di Kota Langsa.
Syariat Islam yang berlaku di Aceh melalui berbagai qanun diakui sama sekali tidak mengganggu keberadaan dan kenyamanan mereka di Langsa sebagai minoritas.
Hal itu diungkapkan Karifuddin dan Reinhart dalam Dialog Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dengan Mitra Strategis yang digelar Badan Kesbangpol Aceh di Kota Langsa, Kamis (20/10/2022).
Dalam siaran pers yang dikirim ke Serambi oleh Hasan Basri M Nur, anggota FKUB Aceh, Karifuddin dan Reinhart mengakui keadaan masyarakat Kota Langsa sangat toleran, bersahabat dan tanpa memandang agama dalam pergaulan sehari-hari.
Baca juga: FKUB Aceh Bantah Survei yang Sebut Sabang Kota dengan Indeks Toleransi Terendah di Indonesia
Baca juga: Tokoh Buddha di Meulaboh: Masyarakat Aceh Barat Sangat Toleran
“Selaku warga Langsa, kami tersinggung dan mengajukan keberatan kepada LSM yang menemptkan Langsa dalam daftar kota dengan indeks toleransi rendah di Indonesia,” kata Karifuddin alias Afok.
Mengenai penerapan qanun syariat Islam di Aceh, terutama qanun jinayah yang menerapkan hukuman cambuk, Afok berpendapat bahwa penerapan qanun itu sangat menguntungkan bagi penduduk non muslim.
“Mereka (pelanggar hukum, red) yang memilih penerapan hukum menurut qanun adalah cerdas. Setelah dihukum cambuk, lalu yang bersangkutan bebas, tak perlu masuk penjara,” papar Afok.
“Anda pinter memilih qanun,” lanjut Karifuddin yang dikenal sebagai saudagar sukses di Langsa.
“Kami mendukung syariat Islam. Cukup bagus dan kami mendukungnya,” lanjut Afok sambil meyakinkan audiens.
Sementara Pendeta Reinhart mengatakan, dia tak setuju Langsa ditempatkan sebagai kota tidak toleran.
Baca juga: Ada Desa Memiliki 3 Gereja di Singkil, Ketua FKUB: Keliru Kalau Menyebut Aceh Tidak Toleran
“Warga Kota Langsa sangat toleran. Di Langsa saya bisa duduk makan dan minum dengan orang yang berlainan iman,” kata Reinhart.
Dialog yang berlangsung satu hari itu menghadirkan narasumber H A Hamid Zein (Ketua FKUB Aceh), Hasanuddin (Kakankemenag Kota Langsa dan Tgk Rusli Daud (Anggota FKUB Aceh) dan dipandu oleh Kamaruzzaman (Sekretaris Kesbangpol Langsa).
Dialog dibuka oleh Kasi Ketahanan Sosial, Budaya dan Ekonomi Kesbangpol Aceh, Surya Edi Rachman, atas nama Kepala Badan Kesbangpol Aceh dan ikut dihadiri oleh Sri Verawati SH (Kabid Ketahanan Ekonomi, Sosbud dan Ormas Kesbangpol Langsa).

source