PONTIANAK, SP – Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tim Dosen Farmasi Untan, menggelar sosialisasi pencegahan stunting pada anak yang berlangsung di UPT Puskesmas Perumnas II, Kecamatan Pontianak Barat, Sabtu (10/10/2022) di Aula Koramil Pontianak Barat.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dr. Hj. Sri Wahdaningsih, M. Sc., Apt, yang beranggotakan Shoma Rizkifani, M. Sc., Apt.; Dr. Siti Nani Nurbaeti, M. Si., Apt.
Adapun sasaran dari kegiatan ini adalah para Kader Puskesmas yang berada di wilayah Perumnas II, Kota Pontianak.
Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan Kader Puskesmas Perumnas II tentang stunting pada anak dan upaya pencegahannya.
Ada beberapa agenda yang dilakukan seperti pre-test, pemaparan materi, sesi tanya jawab dan post-test.
Media edukasi menjadi peranan penting dalam kegiatan ini sehingga dipilih beberapa media edukasi yang digunakan di antaranya leaflet, banner, dan video.
Materi sosialisasi sendiri disampaikan oleh Shoma Rizkifani, M.Sc., Apt. Di mana kegiatan yang dimulai pada pukul 08.00 WIB, dengan para kader diberikan leaflet sebagai media edukasi pertama.
Selanjutnya, pada sesi pemaparan materi yang disampaikan oleh Shoma Rizkifani, M. Sc., Apt para kader menyimak materi dengan seksama hingga akhir pemaparan, dan saat sesi tanya jawab berlangsung para kader juga mempunyai antusiasme yang tinggi dalam mengajukan pertanyaan.
Secara keseluruhan kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap pengetahuan kader puskesmas, berdasarkan hasil pre test dan post test terdapat 15 persen peningkatan pengetahuan mengenai stunting. Dari beberapa testimoni peserta juga mendapatkan respon yang sangat baik terhadap kegiatan ini.
“Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang ditandai dengan tubuh pendek. Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi stunting cukup tinggi dibandingkan negara-negara berpendapatan menengah lainnya,” kata Shoma Rizkifani.
Stunting pada anak masih menjadi fokus prioritas, sehingga upaya pencegahan stunting menjadi prioritas pemerintah Indonesia. Prevalensi Kejadian Stunting berdasarkan indikator tinggi badan atau umur khususnya di Kota Pontianak sebesar 1901 balita (22,1 persen).
Sedangkan kejadian stunting di Kota Pontianak tertinggi terjadi di Pontianak Timur sebesar 621 (29,4 persen), selanjutnya diikuti Pontianak Tenggara sebesar 302 (25,1 persen).
Lalu Pontianak Utara 266 (22,1 persen), Pontianak Barat 256 (21,1 persen), Pontianak Selatan 237 (16,1 persen dan Pontianak Kota 219 (15,1 persen).
“Adapun upaya pencegahan stunting harus dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan berbasis hasil, pemberdayaan masyarakat, dan perubahan perilaku,” tuturnya.
Kader Posyandu atau Puskesmas merupakan ujung tombak sebagai agen perubahan dalam masyarakat dimana dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memberikan pengaruh terhadap perilaku dan tingkat pengetahuan masyarakat.
“Kegiatan ini sebagai optimalisasi peranan kader sangat penting terutama dalam peningkatan pengetahuan dan pelaksanaan pencegahan stunting. Hal tersebut yang melatar belakangi dilaksanakan kegiatan ini,” pungkas Shoma Rizkifani. (*)
Pedoman SIber Tentang Kami Ketentuan Layanan Karir Beriklan
Copyright © 2015−2022 Suara Pemred Kalbar All Rights Reserved.