TEMPO.CO, Jakarta – Desi setia menunggu anaknya yang terbaring di rumah sakit. “Anak saya masih merem saja enggak buka mata, dari situ dokter bilang belum sadar sampai saat ini,” kata dia kepada Tempo pada Ahad pekan lalu.
Sang anak yang baru berusia 20 bulan didiagnosa mengalami gagal ginjal akut. Sejak itu sang anak mengalami koma.
Pada awalnya sang anak mengalami demam dan langsung dibawa ke salah satu rumah sakit di Jakarta Selatan. Karena demamnya baru satu hari, dokter di rumah sakit itu hanya memberi satu obat saja untuk anaknya..
Ini bukanlah obat demam pertama yang dikonsumsi bayinya itu. Pada Agustus 2022, sebelum dirawat ke RS Aulia, anak perempuannya itu sebenarnya sempat demam dan Desi membeli obat di apotek.
Obat yang dibeli adalah obat sirop Unibebi Cough Syrup 60 ml yang kini ditarik peredarannya karena kandungan Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) melebihi ambang batas aman. Dua senyawa kimia tersebut diduga penyebab gagal ginjal akut.
Desi tak sendiri. Ada puluhan orang tua lain yang kini harus menunggu anaknya dengan kasus gagal ginjal akut ini.
Hingga Kamis, 27 Oktober 2022, dari 269 pasien gagal ginjal akut, sebanyak 58 persen atau 157 di antaranya meninggal. Sebanyak 24 persen atau 73 orang kini masih dirawat, dan sebanyak 14 persen atau sebanyak 39 orang dinyatakan telah sembuh.
Direktur Utama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Lies Dina Liastuti mengatakan persentase angka kematian pada kasus gagal ginjal akut mencapai 63 persen dari 49 kasus. Angka tersebut berdasarkan data pasien di rumah sakit tersebut sejak Januari-Oktober 2022.
“Angka kematiannya 63 persen dari 49 orang (31 orang)”, kata Lies Dina Liastuti di RSCM, Kamis, 20 Oktober 2022.
Meski telah merenggut nyawa ratusan anak, kasus gagal ginjal akut belum ditetapkan sebagai kejadian luar biasa atau KLB.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan saat ini kondisi kasus ini terus membaik seiring terbitnya pelarangan penggunaan obat batuk cari dan kedatangan Fomepizole, antidotum yang diklaim ampuh menyembuhkan gagal ginjal akut.
“Kasusnya sudah mulai turun, obat-obatnya juga sudah datang dan harusnya bisa lebih terkendali,” ujar Budi saat ditemui usai acara Demi Indonesia di Jakarta Selatan, Sabtu, 29 Oktober 2022.
Selanjutnya sudah ada 246 vial Fomepizole datang ke Indonesia…
Data Kemenkes per 24 Oktober, menyebutkan 245 kasus gagal ginjal akut terjadi di 26 wilayah di Indonesia, dengan 141 meninggal dunia
Peringatan dini BMKG hari ini dan kemarin ada di Top 3 Tekno Berita Hari Ini.
Adanya status KLB nantinya, kata Dicky, akan membuat koordinasi antar lembaga pemerintah dalam menangani gagal ginjal akut menjadi lebih terstruktur.
Produsen obat sirup Unibebi, PT Universal Pharmaceutical Industries, menarik seluruh produk obat tersebut atau 185 ribu botol obat dari pasaran.
Kementerian Kesehatan telah menyediakan anggaran sebesar Rp 30 triliun sampai 2027 untuk pelayanan penyakit katastropik seperti jantung dan kanker.
Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Sabtu, 29 Oktober 2022 antara lain tanggapan ekonom atas UMP buruh naik 13 persen tahun depan.
Sekitar 185 ribu botol obat sirop Unibebi di lapangan, baik di apotek, rumah sakit, toko obat, dan lainnya, ditarik dari pasaran.
Sejumlah pihak mendesak pejabat BPOM dipidana atas kasus gagal ginjal akut. Dianggap lalai dalam mengawasi obat.
Selain penurunan pasien, Budi mengatakan jumlah korban meninggal akibat gagal ginjal akut saat ini juga menurun.
Bagi orangtua yang anaknya terlanjur diberi obat yang mengandung etilen glikol, lakukan langkah ini untuk mencegah terjadinya gangguan ginjal akut.