Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Sekretaris Daerah ( Sekda Kota Kupang ) Fahrensy Priestley Funay mengungkapkan angkat Stunting di Kota Kupang masih relatif tinggi yakni 21,5 persen.
Tingginya angka stunting di Kota Kupang membuat Pemkot Kupang wajib untuk memangkas angka stunting 10 persen dari jumlah tersebut. Sebab menurut Sekda Kota Kupang, penurunan angka Stunting masing-masing daerah telah disepakati bersama Gubernur dan Bupati serta Wali Kota se-NTT beberapa waktu lalu.
Saat ini Pemkot Kupang sedang melaksanakan sejumlah aksi dalam mendukung turunya prevalensi Stunting, salah satunya pemberian vitamin pada bayi dan balita.
Menurutnya, ini merupakan tantangan tersendiri yang harus diselesaikan melalui kerja-kerja kolaborasi, kerja cerdas semua stakeholder untuk mencapai target yang sudah ditetapkan.
“Ini merupakan bentuk intervensi spesifik yang kita lakukan dalam upaya penurunan prevalensi Stunting,” ujar Fahrensy Priestley Funay saat membuka pertemuan Advokasi Program Suplementasi Vitamin A dan Workshop Pencatatan dan Pelaporan Program Suplementasi Vitamin A di Hotel Kristal Kupang, Senin 10 Oktober 2022.
Kegiatan ini diselenggarakan untuk mendukung Kementerian Kesehatan dalam upaya peningkatan kualitas data suplementasi vitamin A. Selain itu, tujuannya untuk mengadvokasi dan membangun komitmen bersama tentang pentingnya suplementasi vitamin A bagi kesehatan anak Kota Kupang.
Baca juga: Pemilik Kartu KIA di Kota Kupang Dapat Diskon Saat Beli Buku di Toko Buku Suci
Dari tujuan tersebut, komitmen bersama bisa dibangun dengan melibatkan sektor-sektor pemerintah yang berhubungan dengan program gizi, khususnya suplementasi Vitamin A.
Dan melalui pertemuan advokasi dan workshop ini, akan menghasilkan data yang akurat dan valid tentang bayi dan balita di Kota Kupang.
Data yang dihasilkan berkaitan dengan status gizi maupun tantangan, solusi serta rencana tindak lanjut dari pemangku kepentingan dalam program suplementasi Vitamin A.
Menurutnya kegiatan ini juga akan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para pemangku kepentingan terkait pentingnya program suplementasi Vitamin A bagi kesehatan anak. Termasuk, pemantauan status gizi serta kualitas data, manajemen pencatatan dan pelaporan program suplementasi Vitamin A serta dalam Penggunaan Aplikasi Gizi.
Baca juga: Penjabat Wali Kota Kupang George Hadjoh Kukuhkan Pengurus TP PKK Kota Kupang
Kepala Bidang Sosial Budaya pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kupang, Imelda Fonyke Nange, selaku panitia dalam laporannya menjelaskan, berdasarkan panduan manajemen suplementasi Vitamin A, maka waktu pemberian kapsul Vitamin A pada bayi 6-11 bulan dan balita 12-59 bulan.
Pemberian dilaksanakan serentak setiap bulan Februari dan Agustus di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas dan posyandu secara gratis.
Namun ditemukan bahwa cakupan pemberian kapsul Vitamin A pada balita (6-59 bulan) di Indonesia tahun 2020 baru mencapai 86,3 % , berdasarkan pada sumber data Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kemenkes RI pada tahun 2021.