TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H/2022, BKKBN bekerjasama dengan panitia melalui Satgas Percepatan Penurunan Stunting (PPS) Provinsi Kalbar menyempatkan untuk memberikan edukasi tentang pencegahan Stunting ke masyarakat, di Rumah Adat Melayu Kalbar di Kota Pontianak pada Sabtu 15 Oktober 2022.
Edukasi yang bertemakan “Sosialisasi Pencegahan Stunting bagi keluarga Baduta dan Balita dengan pola asuh yang benar pada 1000 HPK” dengan sasaran ayah dan bunda dari anak-anak yang mengikuti perlombaan, ibu hamil, ibu menyusui dan remaja.
Satgas PPS Provinsi Kalimantan Barat yang diwakili oleh Manager Data, Monitoring dan Evaluasi Indah Budiastutik memberikan materi edukasi pencegahan stunting.
Dalam materinya Indah Budastutik menyampaikan bahwa jangan khawatir dan takut anak-anak akan mengalami stunting, yang penting tetap harus waspada, dan sebagai orang tua harus tahu dan mencari ilmu tentang apa itu stunting, apa penyebabnya, apa dampaknya dan bagaimana cara pencegahannya.
• Sosialisasi Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Kayong Utara
Indah menjelaskan, Stunting memiliki dampak jangka pendek dan jangka panjang. Dampak jangka pendek yaitu terganggunya perkembangan otak, kecerdasan berkurang, gangguan pertumbuhan fisik dan gangguan metabolisme dalam tubuh.
Sedangkan dampak jangka panjang yaitu menurunkan kemampuan kognitif, kekebalan tubuh, munculnya degeneratif seperti penyakit diabetes, obesitas, jantung, kanker, tekanan darah tinggi hingga stroke, penyakit inilah yang ditakuti olah banyak orang.
“Pencegahan harus mulai dari hulu hingga ke hilir, para calon pengantin harus sudah mendaftarkan diri ke KUA paling tidak 3 bulan sebelum menikah supaya dapat dilakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut agar menjadi catin yang sehat dan siap hamil, ” kata Indah
Lanjutnya, kemudian pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan, menjaga pola makan baik bagi ibu hamil, ibu bersalin di fasilitas kesehatan, memberi bayi ASI secara eksklusif, menimbang bayi setiap bulan, makan buah dan sayur setiap hari, dan menjaga lingkungan sekitar agar tetap bersih dan sehat.
Dan Indah mengatakan bahwa masalah stunting ini sudah menjadi persoalan bangsa-bangsa di dunia dan tidak menjadi masalah di masa yangg lalu dan sekarang saja melainkan menyangkut masa depan karena anak-anak adalah generasi penerus.
“Mereka lah masa depan kita. Bagaimana kita bisa mencapai visi Indonesia mewujudkan Generasi Emas kalau modal dasarnya yaitu anak-anak mengalami stunting,” paparnya.
Pada kegiatan edukasi stunting, dosen ilmu kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk menyampaikan pertanyaan dan diskusi bersama.
“Saya mengapresiasi banyak sekali ibu-ibu yang bertanya terkait stunting ini, bahkan ada salah satu ibu yang menyampaikan baru pertama kali ini mendapatkan edukasi dan penyuluhan tentang stunting padahal anaknya sudah 2, beliau menyampaikan syukur dan terimakasih atas ilmu yang diberikan oleh Narasumber dan akan disampikan kepada keluarga, teman dan lingkungannya terkait bahaya stunting,” pungkasnya.
Konsumsi Ikan
Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menyerahkan bantuan 1.500 paket ikan segar dan olahan hasil perikanan dalam rangka pencegahan dan penanganan stunting di Kecamatan Teluk Pakedai, pada Selasa 11 Oktober 2022.