Menu
Copyright ©2022 Kempalan.com All Rights Reserved
kempalanews · 16 Okt 2022 04:38 WIB ·
 					Bagus Junaidi, Ketua Dewan Pimpinan Pusat LAKi (Laskar Anti Korupsi Indonesia) Perbesar
Bagus Junaidi, Ketua Dewan Pimpinan Pusat LAKi (Laskar Anti Korupsi Indonesia)
KEMPALAN-SUMENEP-Riuh penyaluran dana Kapitasi di Sumenep melalui BPRS Bhakti Sumekar bergeser kepada dugaan korupsi.
Bagus Junaidi, Ketua Dewan Pimpinan Pusat LAKi (Laskar Anti Korupsi Indonesia) membuat laporan ke Unit Tindak Pidana Korupsi Polres Sumenep.
Pada hari Rabu 12 Oktober 2022. Bagus Junaidi dimintai keterangan oleh penyidik Pidkor Polres Sumenep.
Sekitar 3 jam, Edy-panggilan akrab Bagus Junaidi memberi keterangan di hadapan penyidik.
Dalam keterangan itu, Edy mengaku menjelaskan adanya dugaan pemotongan dana kapitasi yang dilakukan oleh salah satu Kepala Puskesmas.
“Ini ada pemotongan. Penyidik tinggal menindaklanjuti laporan kami,” terang Edy kepada penyidik sebagaimana diceritakan kepada kontributor kempalan, Jumat malam (14/10).
Selain dugaan pemotongan yang berpotensi ada kerugian negara. Edy juga bercerita kurangnya transparansi dana Kapitasi yang diterima Puskemas.
Sehingga- kata Edy, tak sedikit tenaga medis yang mengeluh pada dirinya karena jasa pelayanan dari kapitasi yang diterima tak jelas.
“Kurang transparan dana kapitasi yang diperoleh Puskesmas juga menjadi keluhan tenaga medis. Berapa yang didapat untuk keperluan jasa pelayanan. Berapa untuk operasional pelayanan kesehatan juga perlu transparansi. Agar tenaga medis bisa maksimal dalam memberi pelayanan kepada pasien,” tutur Edy saat ditemui di kediamannya.
Edy memberi apresiasi kepada penyidik Pidkor Polres Sumenep yang bersikap profesional dan tanggap atas laporan dirinya tentang dana kapitasi.
“Langkah Pidkor Polres Sumenep bisa memperbaiki citra institusi polri yang kini mendapat musibah,” kata Edy memuji langkah Pidkor Polres Sumenep yang langsung bertindak.
Edy mengaku tak akan mencabut laporan dugaan korupsi dana Kapitasi ke Pidkor Polres Sumenep.
“Bagaimana pun saya tak akan mencabut. Memang banyak tawaran kepada kami, tapi laporan tetap tak akan dicabut,” tegas Edy.
Karena itu, Edy mengaku sambil mengumpulkan sejumlah bukti untuk melengkapi laporannya terkait dugaan aliran dana Kapitasi. Termasuk pejabat yang diduga menjadi tempat uang aliran itu.
Sekedar diketahui, dana kapitasi untuk 30 Puskesmas di Kabupaten Sumenep pada tahun 2022 mencapai Rp 67,5 miliar (Rp 67.590.583.458).
Semua dana disalurkan melalui Bank Jatim yang diperbantukan ke BPRS Bhakti Sumekar-sebagai bank milik Pemkab Sumenep.
Dana kapitasi setiap bulan dicairkan non tunai untuk jasa pelayanan kesehatan dan biaya operasional dalam menunjang pelayanan kesehatan.(*)

Kempalan News Publisher
16 Oktober 2022 – 13:58 WIB
16 Oktober 2022 – 12:05 WIB
16 Oktober 2022 – 07:11 WIB
16 Oktober 2022 – 07:03 WIB
16 Oktober 2022 – 06:41 WIB
16 Oktober 2022 – 06:21 WIB
18 September 2022
5 Oktober 2022
8 Oktober 2022
10 Maret 2022
1 Oktober 2022
16 Oktober 2022 | 1:58 pm WIB
16 Oktober 2022 | 12:05 pm WIB
16 Oktober 2022 | 7:11 am WIB
16 Oktober 2022 | 7:03 am WIB
16 Oktober 2022 | 6:41 am WIB
Copyright @2022 Kempalan.com
All Rights Reserved
Copyright @2022 Kempalan.com
All Rights Reserved

source