MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM – PSM Makassar telah menjalani sepuluh laga di Liga 1 2022-2023. Hasilnya PSM menjadi satu-satunya tim belum terkalahkan. Enam kemenangan dan empat hasil imbang.
Willem Jan Pluim cs kini menempati peringkat tiga klasemen dengan 22 poin. Skuad Laskar Pinisi menjadi tim yang sulit dikalahkan ketika bermain di kandang, Stadion BJ Habibie, Parepare.
Lima laga kandang, PSM Makassar tak tersentuh kekalahan. Mengumpulkan 12 poin dari empat kemenangan.
Menaklukkan Bali United, Arema FC, Persib Bandung dan Persebaya.
Hanya sekali gagal meraih poin penuh ketika ditahan imbang Persija Jakarta 1-1.
Namun, performa PSM Makassar ketika bertindak sebagai tamu belum terlalu bagus.
Lima laga, baru dua kemenangan diraih yakni lawan PSS Sleman dan Rans Nusantara FC.
Klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) gagal meraih poin penuh tiga pertandingan terakhir tandang.
Yakni lawan Persik Kediri, Dewa United dan Persis Solo. Padahal ketiga tim ini berada jauh dari posisi PSM Makassar. Ketiganya di papan bawah klasemen.
Menanggapi hal tersebut, Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares meminta untuk membandingkan hasil diraih skuad Laskar Pinisi di sepuluh laga di Liga 1 musim lalu dan musim ini.
“Coba bandingkan dari 10 pertandingan musim lalu, berapa poin tim ini dapatkan dibandingkan 10 pertandingan musim ini dan berapa poin mereka dapatkan ketika bermain home,” katanya saat ditemui di Stadion Kalegowa, Kabupaten Gowa, Rabu (12/10/2022).
Dari sepuluh laga musim lalu, PSM Makassar hanya meraih tiga kemenangan, empat kali imbang dan menelan tiga kekalahan.
Mengoleksi 13 poin. Raihan 13 poin jauh berbeda dengan 22 poin dikantongi musim ini.
Musim lalu kasta tertinggi sepak bola Indonesia menggunakan sistem bubble to bubble, buka home and away.
Tavares mengaku, bertanding di markas lawan tidaklah mudah.
Timnya tidak hanya melawan tim lawan, terkadang lawan wasit. Banyak keputusan wasit merugikan pihaknya.
“Saya kira pada saat kita bertanding di kandang lawan, kita tidak cuma melawan tim lawan, kadang-kadang ada wasit di sana. Kesalahan-kesalahan dilakukan oleh wasit cenderung terhadap kita lebih banyak,” jelas pelatih asal Portugal ini.
Namun, lain cerita ketika bermain di kandang. Menurutnya, pemain memiliki energi ekstra dengan kehadiran suporter memberi dukungan di stadion.
“Jadi pada saat kita bermain di kandang, kita mempunyai energi ekstra karena suporter. Ini sangat membantu saat bermain kandang,” akunya. (*)