TEMPO.CO, Jakarta – Sejumlah pengunjuk rasa berkumpul di luar kompleks kedutaan Iran di ibu kota Chile, Santiago, pada Jumat dan membakar paspor mereka. Hal ini sebagai protes atas kematian Mahsa Amini, wanita berusia 22 tahun asal Kurdi Iran yang meninggal saat dalam tahanan polisi moral.
Fetamah Ramezanpoor, seorang wanita Iran yang tinggal di Chile mengatakan dia tidak akan kembali ke negara itu ketika rezim saat ini berkuasa. “Saya membakar paspor Iran saya karena tidak memiliki nilai, dan saya tidak menginginkannya sampai rezim ini di Iran berakhir, baik paspor ini maupun kewarganegaraan ini,” katanya.
Baca juga: Perempuan Iran Menuntut Perubahan Politik
Para pengunjuk rasa juga menandai dinding luar kompleks dengan telapak tangan dicat merah darah serta berakting sebagai jasad memakai foto Amini.
Ribuan orang Iran telah turun ke jalan selama satu bulan terakhir dalam protes atas kematian Amini, yang telah ditahan oleh polisi moral di ibukota, Teheran, karena diduga mengenakan jilbab terlalu longgar.
Dia meninggal dalam tahanan setelah sempat koma selama tiga hari. Namun, pihak berwenang Iran membantah Mahsa Amini tewas akibat penganiayaan, melainkan karena serangan jantung. Hal ini dibantah keluarganya dan semakin memicu kemarahan publik.
Baca juga: Ikut Demo Mahsa Amini, Putri Eks Presiden Iran Didakwa Lakukan Propaganda
AL ARABIYA
Pasukan Rusia dilaporkan membawa instruktur dari Iran ke wilayah Kherson dan Krimea untuk meluncurkan drone kamikaze Shahed-136.
Persoalan kolom tanda tangan dalam paspor ini mencuat setelah ada sejumlah WNI yang tidak dapat mengajukan visa ke negera tertentu.
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney secara resmi menerbitkan paspor RI dengan masa berlaku 10 tahun
Kematian Mahsa Amini memicu gerakan protes dari perempuan di Iran. Mereka menginginkan perubahan.
Di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan misalnya terdata 520 pemohon paspor yang telah mendaftar
iran
Top 3 dunia pada 11 Oktober 2022, di urutan pertama adalah berita tentang kantor Kedutaan Besar Jerman di Ibu Kota Kyiv yang kena serangan udara Rusia
Masyarakat akan membayar biaya yang sama, yaitu Rp 350 ribu untuk paspor biasa nonelektronik.
Berita top 3 dunia adalah Novita Kurnia Putri, WNI di Texas yang menjadi korban penembakan di AS hingga warga Prancis ditangkap di Iran.
Pemerintah Iran menegaskan agar turis yang berkunjung ke Iran harus menghormati undang-undang Republik Islam.

source