TIMESINDONESIA, ACEH – Dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, pemeluk Agama Islam pada umumnya merayakan Maulid Nabi atau maulud dengan cara melantunkan berzikir secara bersama-sama atau berkelompok. Hal tersebut menjadi keberkahan tersendiri bagi pedagang dadakan.
Seperti di perayaan maulid di Desa Pantee Rakyat, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh pada Minggu (16/10/2022). Puluhan pedagang dadakan menjajakan dagangannya pada pergelaran pesta Maulid Rasulullah SAW yang diadakan di Lapangan Merdeka Babahrot.
Teuku Nizar, salah seorang pedagang mengatakan, dirinya memanfaatkan momen perayaan Maulid Rasulullah untuk mencari rezeki dengan cara berdagang jajanan es krim, hal tersebut dilakukan untuk mencukupi kebutuhan keluarga.
"Alhamdulillah, peringatan maulid seperti ini menjadi keberkahan untuk semua, terutama saya dan kawan-kawan pedagang keliling yang lain," ujar Firman kepada TIMES Indonesia.
Salah satu group zikir pada pergelaran memperingati maulid nabi (FOTO: T. Khairul Rahmat Hidayat/TIMES Indonesia)
Sebab, tambahnya, dagangan yang ia jajakan terjual habis hanya dalam beberapa jam saja. Sehingga ia tidak khawatir dagangannya tidak habis terjual. Apalagi, sebagian dagangan milik pedagang merupakan makanan, dikhawatirkan akan mudah basi jika tidak terjual.
"Jadi hari biasa pendapatan kami tergolong di bawah rata-rata, namun ketika tiba bulan maulid seperti ini, Alhamdulillah ada peningkatan," katanya.
Sementara itu, Andre Giovani, salah seorang warga menyampaikan, sebagai anggota panitia pelaksanaan maulid dirinya turut berterimakasih kepada para pedagang karena telah ikut memeriahkan dan meramaikan pergelaran Maulid Rasulullah di Desa Pantee Rakyat.
Namun demikian, tutur Andre, untuk para pedagang diimbau dan diharapkan agar dapat mematuhi ketentuan-ketentuan yang ada, seperti tertib, tidak membuat kerumunan yang berlebihan sehingga mengganggu pengguna jalan, serta menjaga ketentraman.
"Iya benar, kita menyediakan juga tempat untuk para pedagang dadakan ini. Kelahiran Rasulullah merupakan berkah untuk alam dan seisinya, jadi ini juga menjadi berkah bagi para pedagang keliling," kata Fajar terkait pelaksanaan Maulid Nabi di Desa Suak Palembang.
Pada kegiatan tersebut, Kepala Desa (Kades/keuchik) Pante Rakyat, Abu Bakar Idris selamat atas perayaan dan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW ke 1444 hijriah/2022 masehi. Diharapkan dengan diadakan perayaan tersebut, dapat menambah kecintaan umat terhadap Rasulullah.
"Peringatan maulid tahun ini kita gelar di Lapangan Merdeka Babahrot, tujuannya karena lapangan bola kaki luas dan bisa menampung seluruh tamu yang datang. Alhamdulillah berjalan dengan lancar tanpa ada kendala apapun," ucap Abu Bakar.
Meski diguyur hujan, ribuan masyarakat tetap antusias mengikuti zikir maulid dilantunkan oleh grup-grup zikir yang khusus diundang oleh panitia Maulid Desa Pante Rakyat.
Panitia peringatan maulid Nabi Muhammad di Desa Pante Rakyat, Babahrot (FOTO: T. Khairul Rahmat Hidayat/TIMES Indonesia)
Keuchik Pante Rakyat, Abu Bakar Idris menyebutkan, kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Bola Kaki Gampong Pante Rakyat tersebut mengundang grup zikir dari 9 Gampong dalam Kabupaten Abdya hingga grup zikir dari Kabupaten Nagan Raya.
"Kegiatan ini merupakan kegiatan dua tahunan sekali yang kita laksanakan di Lapangan, kalau tahun sebelumnya dilaksanakan di dusun masing-masing, tahun ini kita juga mengundang Tgk. Puteh RK dari Bireuen sebagai penceramah," kata Abu Bakar.
Dikatakannya, tahun ini juga merupakan suatu kebanggaan bagi masyarakat Desa Pante Rakyat karena dihadiri langsung oleh Penjabat Bupati Abdya, Darmansah.
"Tadi bapak Penjabat (Pj) Bupati datang, beliau sangat mengapresiasi kegiatan ini, Alhamdulillah, beliau juga mengharapkan desa-desa lainnya mengikuti apa yang kita lakukan ini," kata Abu Bakar Idris.
Lebih lanjut, Abu Bakar Idris mengakui, kegiatan tersebut terselenggaranya atas hasil musyawarah masyarakat Pante Rakyat. "Tradisi perayaan Hari kelahiran Rasullullah SAW ini tentu sangat kita agungkan, alhamdulillah perayaan khenduri tahun ini bisa kita undang sembilan grup zikir dari Abdya dan Nagan Raya," sebut Abu Bakar.
Menurutnya, makna Maulid Nabi yang bagi umat muslim terus diperingati setiap tahun bukan lagi sebuah kesemarakan seremonial belaka, tapi sebuah momen spiritual untuk mentasbihkan Rasulullah sebagai figur tunggal yang mengisi pikiran, hati dan pandangan hidup umat islam.
"Dalam maulid kita tidak sedang membikin sebuah upacara, tapi perenungan dan pengisian batin agar tokoh sejarah tidak menjadi fiktif dalam diri kita, tapi betul-betul secara kongkrit tertanam, mengakar, menggerakkan detak-detak jantung dan aliran darah ini," tegas Abu Bakar Idris.
Senada Keuchik, Ketua umum pelaksanaan Maulid tahun 2022, Ibrahim R menyebutkan, dalam pelaksanaan Maulid tersebut, masyarakat gampong menyuguhkan sekitar 216 bale (balai) makanan dan 110 bale buah-buahan.
"Ini bentuk kecintaan kita terhadap Nabi Muhammad SAW, sejak pagi, anggota masyarakat gampong hadir mempersiapkan tenda. Sebagian lainnya menjemput nasi-nasi dan makanan lainnya yang sudah disiapkan oleh masyarakat dirumah masing-masing," kara Ibrahim.
Personel Koramil 07/Babahrot ini juga menyebutkan, selain upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi masyarakat Desa Pante Rakyat.
"Kegiatan ini atas dukungan semua elemen masyarakat, terkhususnya pemuda yang telah siap siaga menyiapkan segala sesuatunya untuk kesuksesan kegiatan dua tahunan ini, kami selaku panitia mengucapkan terimakasih kepada semua masyarakat dan pemuda Pante Rakyat," pungkas Ibrahim yang didampingi langsung ketua Pemuda Desa Pante Rakyat, Farid Arizal terkait pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW. (*)
**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.
11/08/2022 – 17:08
Copyright 2014 – 2022 TIMES Indonesia. All Rights Reserved.
Page rendered in 1.6056 seconds. Running in Unknown Platform