SINTANG – Beberapa penyakit mulai menyerang warga terdampak banjir di Kabupaten Sintang. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harisinto Linoh mengatakan ada sepuluh jenis penyakit yang paling banyak dialami warga.
“Hingga hari ini, Sabtu, 15 Oktober 2022, tim kami menemukan 10 penyakit yang paling banyak dialami oleh warga yang terdampak banjir, yaitu hipertensi 1.124 orang, ISPA 300 orang, penyakit kulit 114 orang, athralgia 79 orang, remathoid 65 orang, dan alergi sebanyak 36 orang,” bebernya, Sabtu (15/10).
Menurutnya, Tim Dinkes yang berasal dari enam puskesmas setiap hari terus bergerak ke lokasi rumah warga yang terdampak banjir dan lokasi pengungsian. Untuk kemarin saja, tim sudah melayani 1.024 jiwa. Untuk warga yang terdampak banjir tersebut, ada 235 ibu hamil, 344 bayi, 631 anak-anak, dan 1.554 lansia. Sedangkan yang sudah mengungsi, yang diberikan pelayanan kesehatan adalah 70 ibu hamil, 104 bayi, 497 anak-anak, dan 501 lansia.

“Petugas kesehatan sudah berkeliling ke lokasi banjir dan pengungsian, untuk memberikan pelayanan kesehatan. Bahkan kami sudah membangun tenda sebagai posko kesehatan di depan rumah susun Korem 121 di dekat Jembatan Kapuas,” terangnya.
Sementara itu, terjadi peningkatan jumlah KK dan jiwa yang terdampak banjir dibanding data pada hari sebelumnya. Jumlah kecamatan terdampak tetap 11 kecamatan. Jumlah KK dari 14.181 KK (49. 729 jiwa) naik menjadi 15. 656 KK (55. 901). Sementara jumlah pengungsi mengalami penurunan dari 307 KK atau 1. 062 jiwa turun menjadi 280 KK atau 1. 015 jiwa.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sintang, Kurniawan menjelaskan bahwa untuk bisa menangani warga terdampak banjir kali ini, Pemkab Sintang membangun satu posko jaga.
“Ada juga dua posko jaga yang dibangun oleh masyarakat secara swadaya. Dapur umum ada dua yang sudah beroperasi yakni yang dikelola oleh Pemkab Sintang dan Kodim 1205 Sintang. Lokasi pengungsian yang sudah ditetapkan yakni ada di sembilan lokasi,” sebutnya. (var) 
SINTANG – Beberapa penyakit mulai menyerang warga terdampak banjir di Kabupaten Sintang. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harisinto Linoh mengatakan ada sepuluh jenis penyakit yang paling banyak dialami warga.
“Hingga hari ini, Sabtu, 15 Oktober 2022, tim kami menemukan 10 penyakit yang paling banyak dialami oleh warga yang terdampak banjir, yaitu hipertensi 1.124 orang, ISPA 300 orang, penyakit kulit 114 orang, athralgia 79 orang, remathoid 65 orang, dan alergi sebanyak 36 orang,” bebernya, Sabtu (15/10).
Menurutnya, Tim Dinkes yang berasal dari enam puskesmas setiap hari terus bergerak ke lokasi rumah warga yang terdampak banjir dan lokasi pengungsian. Untuk kemarin saja, tim sudah melayani 1.024 jiwa. Untuk warga yang terdampak banjir tersebut, ada 235 ibu hamil, 344 bayi, 631 anak-anak, dan 1.554 lansia. Sedangkan yang sudah mengungsi, yang diberikan pelayanan kesehatan adalah 70 ibu hamil, 104 bayi, 497 anak-anak, dan 501 lansia.

“Petugas kesehatan sudah berkeliling ke lokasi banjir dan pengungsian, untuk memberikan pelayanan kesehatan. Bahkan kami sudah membangun tenda sebagai posko kesehatan di depan rumah susun Korem 121 di dekat Jembatan Kapuas,” terangnya.
Sementara itu, terjadi peningkatan jumlah KK dan jiwa yang terdampak banjir dibanding data pada hari sebelumnya. Jumlah kecamatan terdampak tetap 11 kecamatan. Jumlah KK dari 14.181 KK (49. 729 jiwa) naik menjadi 15. 656 KK (55. 901). Sementara jumlah pengungsi mengalami penurunan dari 307 KK atau 1. 062 jiwa turun menjadi 280 KK atau 1. 015 jiwa.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sintang, Kurniawan menjelaskan bahwa untuk bisa menangani warga terdampak banjir kali ini, Pemkab Sintang membangun satu posko jaga.
“Ada juga dua posko jaga yang dibangun oleh masyarakat secara swadaya. Dapur umum ada dua yang sudah beroperasi yakni yang dikelola oleh Pemkab Sintang dan Kodim 1205 Sintang. Lokasi pengungsian yang sudah ditetapkan yakni ada di sembilan lokasi,” sebutnya. (var) 
Jl. Gajah Mada No. 2-4 Pontianak
Fax: (0561) 760038/575368
Redaksi: (0561) 735070

source