Penyakit Anak Setelah Lebaran, Gangguan Saluran Cerna hingga Demam
KOMPAS.com- Selain Hepatitis Akut Misterius yang saat ini kasusnya sedang melonjak di sejumlah negara di dunia termasuk Indonesia, banyak penyakit anak lainnya yang harus diwaspadai oleh orang tua karena rentan terjadi setelah libur Lebaran Idul Fitri 1443 Hijriyah ini.
Berikut beberapa penyakit yang rentan terjadi pada anak setelah Lebaran.
1. Gangguan saluran cerna
Ketua UKK Gastro-Hepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), DR Dr Muzal Kadim, Sp.A(K) mengatakan, ada banyak sekali penyakit yang bisa terjadi pasca lebaran, dan yang paling banyak adalah mengenai gangguan saluran cerna.
Seperti yang kita ketahui bahwa saat Lebaran tiba, akan banyak sekali pilihan hidangan makanan atau kudapan di atas meja setiap rumah-rumah umat muslim untuk merayakan salah satu hari raya besar umat Islam ini.
Hidangan-hidangan tersebut juga sangat beragam, mulai dari makanan pokok mengandung beras seperti ketupat atau lontong, masakan berkuah.
Hidangan yang lebih banyak bersantan, cemilan seperti aneka kue-kue basah, kue kering dan jajanan, serta beragam jenis minuman, seperti minuman bersoda, yang banyak disukai anak, akan dapat berisiko menyebabkan penyakit pada anak.
Baca juga: Penyakit Kawasaki Sering Menyerang Anak, Penyakit Apa Itu?
Dalam momen Lebaran inilah, baik anak-anak maupun orang dewasa akan menyantap banyak jenis makanan dalam aktivitas sehari-hari. Oleh karenanya, jika tidak terkontrol, makanan Lebaran bisa berisiko mendatangkan penyakit pada anak.
Berbagai jenis makanan yang mungkin dihindari pada hari-hari biasa, akan disantap dengan dalih sesekali dan selagi lebaran.
Konsumsi makanan-minuman itu pun bisa sangat berlebihan di saat mereka mulai berkunjung dari satu rumah ke rumah tetangga atau sanak saudaranya dalam masa lebaran ini.
“Jadi gangguan saluran cerna akan lebih banyak pada saat lebaran dan paska lebaran, itu kenapa terjadi gangguan karena fungsi saluran cerna itu sangat kompleks,” kata Muzal dalam Media Briefing bertajuk Serba-Serbi Penyakit Anak Pasca Lebaran, Selasa (10/5/2022).
Ada banyak sekali gangguan saluran cerna yang bisa dialami anak-anak paska lebaran, di antaranya yakni sebagai berikut.
Baca juga: Pekan Imunisasi Dunia 2022: Cegah Penyakit Menular dengan Imunisasi Dasar Anak
Ilustrasi anak diare, anak sakit perut. Infeksi rotavirus umumnya terjadi pada anak dan menyebabkan diare parah. 2. Demam
Dalam kesempatan yang sama, Ketua UKK Infeksi Tropik IDAI, DR Dr Anggraini Alam, Sp.A(K) mengatakan, selain gangguan saluran cerna, penyakit lain yang juga rentan dialami oleh anak-anak paska lebaran yakni demam.
Demam adalah proses alami tubuh untuk melawan infeksi yang masuk ke dalam tubuh ketika suhu meningkat melebihi suhu tubuh normal. Suhu tubuh normal adalah di bawah 37,5 derajat Celcius.
Anggraini menjelaskan, sekitar 1 persen populasi anak di negara maju mengalami demam yang perlu di bawa ke Unit Gawat Darurat (UGD/IGD).
Sekitar 40 persennya adalah anak-anak pada umur 6 bulan ke bawah, dan 60 persen adalah anak-anak umur 6 bulan – 5 tahun.
“Ini banyak kejadian demam setelah lebaran, bukan berarti lebaran membuat demam ya,” kata dia.
Baca juga: Termasuk Penyakit Langka, Bagaimana Pengobatan Hipertensi Paru pada Anak? Ini Kata Dokter
Hal ini bisa terjadi jika pada saat melakukan perjalanan mudik, atau arus mudik, atau saat bersilaturahim dengan tetangga atau sanak-saudara ketika lebaran, tanpa disadari anak-anak terkontaminasi bakteri, virus atau kuman di sekitar ia berada, atau dalam makanan-minuman yang dikonsumsinya.
Nah, sebagai bentuk respon tubuh yang normal, ketika patogen asing masuk ke dalam tubuh, maka tubuh akan mencoba melawan dan salah satu gejala ketika proses itu terjadi adalah demam.
Meskipun demam merupakan bentuk respon normal oleh tubuh melawan patogen asing, bukan berarti anak-anak hanya dibiarkan saja jika mengalami demam.
Anggraini menegaskan, ketika demam terjadi bahkan lebih dari 2-3 hari, sebaiknya segera bawa anak-anak ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
3. Penyakit infeksi emerging dan reemerging
Penyakit berikutnya yang rentan dialami oleh anak-anak setelah lebaran yaitu penyakit infeksi emerging dan reemerging.
Baca juga: IDAI: Waspadai 10 Penyakit yang Mengintai Anak di Musim Hujan
Ilustrasi anak sakit Penyakit infeksi emerging adalah penyakit yang muncul dan menyerang suatu populasi untuk pertama kalinya atau telah ada sebelumnnya namun meningkat dengan sangat cepat, baik dalam hal jumlah kasus baru di dalam suatu populasi, atau penyebarannya ke daerah geografis yang baru.
Sementara, untuk menyebutkan sebuah penyakit lama muncul dalam bentuk klinsi baru, yang bisa jadi lebih parah atau fatal disebut dengan penyakit lama (re-emerging).
Kebanyakan penyakit emerging dan re-emering adalany adalah zoonotik, yang artinya penyakit ini muncul dari seekor hewan dan menularakan kepada manusia. Covid-19 merupakan salah satu dari jenis penyakit ini.
Seperti diketahui, sampai saat ini infeksi Covid-19 masih terjadi di sejumlah negara di dunia termasuk Indonesia, dan anak-anak merupakan kelompok rentan tertular penyakit yang bisa menyebar melalui kontak erat dan udara ini.
4. Infeksi saluran pernapasan
Tidak hanya saluran cerna, pada saat paska lebaran, anak-anak juga rentan mengalami infeksi saluran pernapasan.
Baca juga: Mengenal Penyakit Hipertensi Paru pada Anak, Penyebab dan Gejalanya
Infeksi saluran pernapasan adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan manusia. Infeksi ini bisa disebabkan oleh bakteri atau virus.
Pada saat lebaran, infeksi ini bisa terjadi ketika anak-anak dibawa berlibur atau berkunjung ke berbagai tempat yang tidak diketahui bagaimana tingkat kebersihan area tersebut bagi anak-anak.
5. Hepatitis Akut Misterius
Hepatitis Akut Misterius adalah penyakit peradangan hati yang sampai saat ini belum diketahui penyebab utamanya. Penyakit ini ditemukan banyak menyerang anak-anak di berbagai negara di dunia.
Meskipun tidak diketahui pasti penyebab utama penyakit ini, para ahli menyebutkan bahwa penularan infeksi penyakit Hepatitis Akut Misterius ini dapat terjadi melalui saluran cerna dan saluran pernapasan.
Sebagian besar kasus hepatitis akut misterius pada anak-anak sudah ditemukan di Eropa, Amerika, Pasifik Barat, dan Asia Tenggara, termasuk negara Indonesia.
Penyakit baru ini diketahui bisa menyebabkan kesakitan parah dan risiko kematian pada pasiennya. Untuk itu, masyarakat terutama para orang tua benar-benar meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko infeksi penyakit ini.
Baca juga: Gejala Penyakit pada Anak yang Tak Boleh Diabaikan
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi Kompas.com
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.