Sulap Sayuran Organik Jadi Camilan Bergizi
SOLO – Mahasiswa Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta berinovasi membuat beragam camilan sehat berbahan dasar sayuran organik. Inovasi ini dilatarbelakangi rendahnya konsumsi sayur masyarakat.
Berbagai olahan camilan sehat mulai dari nugget, rambak, dan es krim dibuat dari sayuran organik. Apalagi sayuran merupakan sumber serat yang utama dalam menjaga kesehatan tubuh. Kandungan vitamin yang terdapat di dalam sayuran sangat baik untuk tubuh. Rambak sayuran ini juga dapat menjadi alternatif cara untuk mengonsumsi sayuran, terutama bagi orang yang tidak menyukai sayuran. Inovasi ini juga dapat menjadi cara untuk para orang tua agar anaknya menyukai dan mencintai sayuran.
”Kami dari awal bereksperimen bagaimana cara membuat rambak sayur. Kami juga telah melakukan percobaan sebanyak tiga kali, baru bisa berhasil. Meskipun pada percobaan pertama dan kedua agak bantat,” ujar Ahmad Tunjung mahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertanian UTP Surakarta, kemarin (13/10).
Melihat potensi sayuran selada yang melimpah di Kampung Tempel, Banyuanyar, Surakarta, dia bersama tim memiliki ide untuk mengembangkan dan meningkatkan produksi masyarakat setempat. Dengan cara mengolah sayuran menjadi camilan yang lebih ekonomis dan meningkatkan nilai jualnya.
”Di tempat magang kami di Pemuda Tangguh Desa Tempel itu memiliki hasil produksi selada yang sangat melimpah. Namun, belum ada sentuhan inovasi yang menarik dan hanya dijual mentahan seperti itu. Maka kami berinovasi membuat rambak dan nugget sayuran ini,” ungkapnya.
Tanjung menjelaskan, membuat camilan berupa rambak dan nugget sayur sebenarnya cukup mudah. Selain baik untuk kesehatan, rambak dan nugget sayur ini termasuk makanan favorit semua kalangan, tidak terkecuali anak-anak.
Khusus untuk nugget, Tanjung mengaku membutuhkan perlakuan khusus dalam penyimpanannya. Bukan hanya sekadar meletakkannya saja di kulkas, tetapi harus memasukkan dahulu dalam wadah yang rapat, kemudian simpan di dalam freezer.
”Nugget sayur ini menggunakan bahan dasar daging ayam dan tepung tapioca. Bahan tersebut kemudian dicampur sayur-sayurannya yang sudah diserut dicampur ke adonan,” jelasnya.
Dosen pembimbing Haryuni mengatakan, mahasiswa dilatihn berinovasi menciptakan suatu produk makanan yang bisa dijual ke masyarakat. Sekaligus melatih berwirausaha sejak dini.
”Kami memiliki ide dari selada bisa diubah menjadi rambak sayur atau yang dikenal dengan makyur. Inovasi dari mahasiswa Agroteknologi UTP Surakarta ini bisa dicontoh dan dipraktikkan oleh masyarakat umum,” tuturnya. (ian/adi)
SOLO – Mahasiswa Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta berinovasi membuat beragam camilan sehat berbahan dasar sayuran organik. Inovasi ini dilatarbelakangi rendahnya konsumsi sayur masyarakat.
Berbagai olahan camilan sehat mulai dari nugget, rambak, dan es krim dibuat dari sayuran organik. Apalagi sayuran merupakan sumber serat yang utama dalam menjaga kesehatan tubuh. Kandungan vitamin yang terdapat di dalam sayuran sangat baik untuk tubuh. Rambak sayuran ini juga dapat menjadi alternatif cara untuk mengonsumsi sayuran, terutama bagi orang yang tidak menyukai sayuran. Inovasi ini juga dapat menjadi cara untuk para orang tua agar anaknya menyukai dan mencintai sayuran.
”Kami dari awal bereksperimen bagaimana cara membuat rambak sayur. Kami juga telah melakukan percobaan sebanyak tiga kali, baru bisa berhasil. Meskipun pada percobaan pertama dan kedua agak bantat,” ujar Ahmad Tunjung mahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertanian UTP Surakarta, kemarin (13/10).
Melihat potensi sayuran selada yang melimpah di Kampung Tempel, Banyuanyar, Surakarta, dia bersama tim memiliki ide untuk mengembangkan dan meningkatkan produksi masyarakat setempat. Dengan cara mengolah sayuran menjadi camilan yang lebih ekonomis dan meningkatkan nilai jualnya.
”Di tempat magang kami di Pemuda Tangguh Desa Tempel itu memiliki hasil produksi selada yang sangat melimpah. Namun, belum ada sentuhan inovasi yang menarik dan hanya dijual mentahan seperti itu. Maka kami berinovasi membuat rambak dan nugget sayuran ini,” ungkapnya.
Tanjung menjelaskan, membuat camilan berupa rambak dan nugget sayur sebenarnya cukup mudah. Selain baik untuk kesehatan, rambak dan nugget sayur ini termasuk makanan favorit semua kalangan, tidak terkecuali anak-anak.
Khusus untuk nugget, Tanjung mengaku membutuhkan perlakuan khusus dalam penyimpanannya. Bukan hanya sekadar meletakkannya saja di kulkas, tetapi harus memasukkan dahulu dalam wadah yang rapat, kemudian simpan di dalam freezer.
”Nugget sayur ini menggunakan bahan dasar daging ayam dan tepung tapioca. Bahan tersebut kemudian dicampur sayur-sayurannya yang sudah diserut dicampur ke adonan,” jelasnya.
Dosen pembimbing Haryuni mengatakan, mahasiswa dilatihn berinovasi menciptakan suatu produk makanan yang bisa dijual ke masyarakat. Sekaligus melatih berwirausaha sejak dini.
”Kami memiliki ide dari selada bisa diubah menjadi rambak sayur atau yang dikenal dengan makyur. Inovasi dari mahasiswa Agroteknologi UTP Surakarta ini bisa dicontoh dan dipraktikkan oleh masyarakat umum,” tuturnya. (ian/adi)
Penerbit : PT Surakarta Intermedia Pers
Alamat : Jalan Kebangkitan Nasional Nomor 37 Surakarta