Heii, Universitas Muhammadiyah Jember hadir di Kompasiana!
Selanjutnya
Tutup
Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember, Gelar MMD 1 untuk menurunkan kejadian Stunting pada balita di Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, pada Jum’at (14/10/22).
Berdasarkan survey awal dan hasil wawancara dengan Bidan Desa dan Kader Desa Klungkung yang dilakukan oleh Mahasiswa Profesi Ners didapatkan dari total 385 balita dari 3 Dusun Desa Klungkung terdapat 15 balita yang terkena Stunting. 
Stunting pada balita merupakan penggambaran dari status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Balita dengan stunting menimbulkan dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan anak, terutama pada kondisi fisiknya. Status nutrisi yang tidak adekuat dapat juga mempengaruhi menurunnya daya tahan tubuh hingga perkembangan pada otak balita. Stunting pada balita dapat terjadi dari usia 1000 hari pertama kehidupannya, yaitu semenjak balita masih didalam kandungan hingga berusia 2 tahun.

klungkung-635540334addee46296da202.jpg
klungkung-635540334addee46296da202.jpg

Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya stunting pada balita seperti karakteristik balita maupun faktor sosial ekonomi. “Faktor sosial masyarakat terutama ibu di Desa Klungkung kebanyakan pekerja buruh perkebunan, jadi banyak balita yang jarang pergi ke Posyandu dikarenakan waktu ibu yang sibuk untuk bekerja, sedangkan perekonomian masyarakat dibawah rata-rata” ujar Bidan Evi saat MMD 1, Jum’at (14/10/2022)

Hasil dari Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) 1 Mahasiswa Profesi Ners akan memberikan edukasi tentang stunting dan efektifitas tumbuh kembang pada balita dengan cara mengadakan penyuluhan di Balai Desa Klungkung dengan menghadirkan ibu balita, ibu bidan, dan ibu kader. Mahasiswa berharap dengan adanya edukasi penyuluhan ini diharapkan dapat menambah wawasan ibu balita tentang stunting.

source