SEJUMLAH program santri bangkit mulai dilaksanakan dengan penyaluran beras dengan bobot 450 kg diperuntukkan bagi 125 santri, Sabtu (8/10/22).
Dimana nantinya santri tersebut sedang  menempuh pendidikan dilingkungan Yayasan Ahlussuffa Towuti.
Kali ini, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) memberikan beras amanah dari donatur sebanyak 100 kg.
Amanah ini diperuntukkan bagi Santri Sekolah Dai Hidayatullah (SDH) Sultanbatara yang berlokasi di Parepare. S
Selain itu juga di serahkan dana untuk lauk pauknya senilai tiga juta rupiah.
Sekolah Dai ini menjadi program percepatan setahun untuk dai muda yang akan ditempatkan diwilayah pedalaman untuk berdakwah.
Diangkatan ke empat kali ini ditargetkan sebanyak 25 santri aktif dan lulus hingga akhir pembelajaran di tahun depan.
Ketua Gerai Laznas BMH Parepare, Rahman menjelaskan bahwa komitmen lembaganya untuk berkolaborasi dan menghadirkan lebih banyak dai pencerah ummat.
“Tentu saja kita berharap melalui para dai ini menjadi wasilah menghantarkan hidayah”. ucap Rahman.
Saat itu ia ditemui di kantor laznas BMH Parepare jalan Matiro Tassi No. 44.
Tema Santri bangkit yang di gagas oleh Laznas BMH merupakan rangkaian pelaksanaan peringatan hari santri yang jatuh pada tanggal 22 oktober.
Bertepatan dengan puncak peringatan Laznas BMH mengangkat program sarung untuk santri.
Kain ini identik dengan santri dan salah satu barang wajib yang di miliki.
Tribuners, yuk dukung program ini dengan donasi sarung santri.(adv/rerifaabdurahman).

source