Friday, 25 Rabiul Awwal 1444 / 21 October 2022
Friday, 25 Rabiul Awwal 1444 / 21 October 2022

Kamis 20 Oct 2022 21:10 WIB
Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah
Komunitas Pegon merawat manuskrip naskah kuno di Banyuwangi, Jawa Timur, (Ilustrasi). Kongres Aksara Pegon merupakan upaya menggali sejarah Islam
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Kongres Aksara Pegon bertema “Mengawal Peradaban Melalui Digitalisasi Aksara Pegon.” 
 
Kongres yang pertama ini akan berlangsung di Jakarta pada 21-23 Oktober 2022. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dijadwalkan akan hadir membuka kongres ini.
 
Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani, mengatakan penyelenggaraan Kongres Aksara Pegon bertujuan menggali informasi mendalam tentang perkembangan dan sejarah penggunaan aksara pegon.
 
“Kongres ini akan memberikan gambaran tentang pentingnya standarisasi aksara pegon sekaligus memberikan gambaran luas tentang peluang pemanfaatan digitalisasi aksara pegon,” kata Ramdhani melalui pesan tertulis kepada Republika.co.id, Rabu (19/10/2022) malam.
 
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag, Waryono Abdul Ghofur, menjelaskan Kongres Aksara Pegon akan diikuti peserta dari perwakilan pesantren, kampus, dan berbagai unsur pemangku kepentingan dalam pelestarian, penggunaan, dan pengembangan aksara pegon.
 
“Perwakilan dari unsur-unsur tersebut diharapkan dapat memberikan feedback (umpan balik) yang positif pada kegiatan diskusi dalam rangka penentuan standar dan pengembangan aksara pegon di era digital,” jelas Waryono.
 
Dia mengatakan, rekomendasi hasil kongres nantinya dapat menjadi acuan pengkajian dan perencanaan kebijakan di Kementerian Agama terkait pelaziman penggunaan aksara pegon. 
 
Untuk proses digitalisasi, kongres ini juga akan menghasilkan rekomendasi perihal pengkodean karakter-karakter aksara pegon yang belum terdaftar di Unicode untuk diajukan ke Unicode.
 
“Rekomendasi hasil kongres nanti juga berisi tentang font, tata letak papan tombol dan transliterasi aksara pegon kepada Badan Standardisasi Nasional (BSN),” jelas Waryono.     
Dapatkan Update Berita Republika
Formulir C1 Digital demi Cegah Berulangnya Ratusan Petugas KPPS Meninggal Saat Pemilu
Gas Air Mata Picu Jatuhnya Banyak Korban Meninggal di Kanjuruhan Jadi Kesimpulan TGIPF
Dugaan Adanya Korelasi Antara Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak dan Covid-19
Isyarat dari Mahfud Bahwa akan Ada Tersangka dari Pihak PSSI
Beda Tanggapan Hasto Atas Pencapresan Anies dan Prabowo
Sains Trendtek

Aktivitas logistik sepanjang semester pertama tahun ini terus mengalami pertumbuhan.
Korporasi

Bisnis fesyen muslim memiliki prospek cerah di tengah bertumbuhnya penduduk muslim
Politik

Pemilu 2024 disebut menjadi momen politik yang istimewa bagi generasi muda.
Kurusetra

SnapTik.App merupakan salah satu situs untuk mendownload video TikTok.
Internet

Upaya untuk meningkatkan wawasan dan kecakapan digital masyarakat terus dilakukan.
2 PHOTO
6 PHOTO
5 PHOTO
4 PHOTO
6 PHOTO
Jumat , 21 Oct 2022, 03:54 WIB
Jumat , 21 Oct 2022, 02:15 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved

source