BENGKULU, newsikal.com – Akhirnya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu meninjau gedung Puskesmas Kampung Bali terbengkalai yang ada di Kelurahan Tengah Padang ini, Senin (24/10/2022). Infeksi mendadak (Sidak) ini dilakukan dalam rangka menindaklanjuti adanya banyak laporan warga terkait gedung ini.
Bangunan senilai 5,7 miliar rupiah dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) itu memang sempat menjadi sorotan. Sebab, pengerjaannya hanya mencapai 60 persen dan sudah setahun ini gedung tersebut tak bisa difungsikan.
Melihat ini, komisi 1 sepakat untuk meminta kepada Pemerintah Kota Bengkulu untuk dilanjutkan pembangunannya sampai tuntas. Kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu supaya membuat perencanaan dengan matang, agar dapat diusulkan dalam Rancangan APBD 2023 mendatang.
“Jangan disia-siakan bangunan itu agar tidak ada anggaran yang mubazir. Apa lagi sekarang mumpung APBD murni belum ketok palu, maka Dinkes kota harus buat perencanaannya dengan matang,” ujar Bambang Hermanto, S.Sos, MM selaku Ketua Komisi 1 DPRD Kota Bengkulu.
Dinilainya, karena kalau dilihat tadi, hitungan sementara sampai bangunan itu bisa tuntas, berkisar menghabiskan anggaran sebesar Rp 2 miliar.
“Namun tentu nantinya akan melewati mekanisme pembahasan lebih lanjut lagi. Terkait soal APH yang saat ini sedang menangani kasus bangunan tersebut,” ungkapnya.
Bambang juga meminta, nanti Dinkes Kota Bengkulu untuk selalu berkoordinasi mengenai hasil audit gedung ini. Apakah bisa dilanjutkan pengerjaannya atau tidak.
“Karena kalau bangunan gedung itu selesai, kami rasa nanti akan menjadi ikon puskesmas. Karena bentuk gedung dan fasilitasnya sudah sangat bagus,” pungkasnya.
Sidak ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi 1 DPRD Kota Bengkulu, Bambang Hermanto, S.Sos, MM, Sekretaris Komisi 1 Jayamarta, S.SosMM serta anggota lainnya seperti beranggotakan Solihin Adnan, SH, H. Muryadi, SH, Indra Sukma, dan Rahmad Mulyadi, MM.(red)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.







Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

You cannot copy content of this page

source