RADARSOLO.ID – Bagi Revi Gama Hatta Novika makna Sumpah Pemuda adalah semangat berjuang  melakukan apapun dan memberikan sumbangsih terbaik untuk bangsa. Tidak hanya menjadi follower tapi juga pencetus inovasi-inovasi baru. Tidak harus besar, namun yang terpenting ada manfaatnya untuk bangsa. Ini sebagai bentuk melanjutkan perjuangan pahlawan yang dulu.
Perempuan yang akrab dipanggil Revi ini memiliki cara tersendiri dalam memaknai momentum sumpah pemuda. Sebagai dokter, dia lebih terpanggil untuk melakukan pengembangan keilmuan bidang kesehatan. Beberapa temuannya dalam bidang kesehatan juga mampu mendapat pengakuan internasional.
Sejak duduk di bangku kuliah, Revi tidak pernah menolak pekerjaan yang diberikan padanya. Menurut dia, dengan melakukan segala hal dia akan mendapatkan ilmu baru yang tidak didapatkan dalam perkuliahan. Sebagai generasi muda, tanggap akan masalah-masalah di lingkungan mereka dan mencari solusinya menjadi hal yang urgen dilakukan.
Salah satu pengembangan keilmuan dalam bidang kesehatan yakni menciptakan robot kursi roda yang diberi nama Effleurage Robot. Inovasi ini diciptakan untuk mengurang rasa nyeri pada ibu yang sedang mengalami kontraksi inpartu atau menjelang proses persalinan. Pegembangan ilmu tersebut juga sebagi upaya memberikan kenyaman bagi para calon ibu menuju proses persalinan.
“Ide ini dilatarbelakangi adanya ibu hamil yang terkonfirmasi Covid-19, sehingga yang biasanya ibu hamil yang akan bersalin bisa ditemani keluarga untuk memberikan massage lembut (effleurage massage) guna meminimalkan rasa nyeri akibat kontraksinya. Namun, pada kondisi pandemi hal itu sulit dilakukan,” ungkap staf pengajar di Fakultas Kedokteran UNS ini.
Prototipe dari hasil penelitiannya juga pernah diikutkan dalam ajang kompetisi internasional dan mampu meraih beragam penghargaan. Di antaranya mendapatkan medali emas dan double gold pada international invention, innovation and technology exhibition Malaysia. Medali emas, diamond dan best invention pada The British Invention Show & Awards di London pada 2021.
Diakui Revi, dia lebih nyaman berkontribusi di bidang kesehatan dalam bentuk pengembangan penelitian dan keilmuan. Tak hanya itu, dalam bidang pendidikan dia juga memiliki tekad kuat untuk melahirkan generasi-generasi dokter muda yang kompeten. Meski belum genap dua tahun sejak resmi menjadi staf pengajar di Universitas Sebelas Maret, Revi hampir setiap tahunnya juga berhasil mendapatkan hibah bersaing dari Badan Riset Inovasi Nasional Indonesia (BRIN).
“Hibah itu saya gunakan untuk melakukan pengembangan dan penelitian ilmu kesehatan. Dan setiap prosesnya saya selalu melibatkan mahasiswa, agar mereka juga tahu bagaimana menjadi seorang peneliti dan sekaligus dokter,” tuturnya.
Perempuan yang lahir di Banyuwangi Jawa Timur 31 Januari 1991 itu, kini juga tengah fokus untuk menangani kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat dalam percepatan penurunan permasalahan stunting. Bersama mahasiswanya, Revi konsen melakukan beberapa skema penguatan kesehatan masyarakat. Salah satunya adalah proyek kemanusiaan berupa pemberdayaan kader kesehatan, penelitian pada anak stunting, pemantauan perkembangan anak stunting dan lain sebagainya.
Dari berbagai kegiatan stunting tersebut, Revi akhirnya mendapatkan dukungan pendanaan penelitian dari BRIN untuk melanjutkan penelitian yang berkontribusi lebih luas terhadap penurunan permasalahan stunting di Indonesia. Pada kesempatan itu, dia juga kembali mengajak mahasiswa melakukan inovasi untuk menciptakan satu produk kesehatan yang bisa menurunkan stunting.
“Angka tertinggi stunting itu ada di Nusa Tenggara Barat (NTB). Nanti saya bersama tim akan diberangkatkan ke sana untuk memberikan intervensi spesifik. Bekerja sama dengan pakar di bidang lainya, kami berencana akan membuat susu yang diujicobakan pada anak stunting dengan harapan akan mempercepat pertumbuhan anak stunting di sana,” ungkap dia.
Revi juga mengajak kepada seluruh calon dokter untuk mengacu pada slogan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk mereformasi sistem kesehatan. Hal itu akan memperbaiki pelayanan kesehatan ke arah yang semakin baik. Reformasi dan kontribusi tersebut dapat dilakukan dalam bentuk apapun dan dilakukan oleh siapapun.
“Sebagai generasi milenial saat ini berjuang tidak harus berperang, Namun, dapat dilakukan dengan melakukan hal-hal kecil yang bermanfaat. Mari bersama-sama berkontribusi terhadap bangsa. Silakan dalam bentuk apapun yang terpenting dapat bermanfaat untuk masyarakat dan bangsa,” tandasnya. (ian/bun) 
Revi Gama Hatta Novika
Tempat/Tanggal Lahir
Banyuwangi, 31 Januari 1990
Riwayat Pendidikan
D3     Poltekkes Kemenkes Malang
D4     Poltekkes Kemenkes Malang
S2     Pendidikan Profesi Kesehatan UNS Surakarta
S3     Universitas Airlangga Surabaya
Riwayat Jabatan Fungsional
Tenaga Pengajar Fakultas Kedokteran UNS
Karya
Menciptakan robot kursi roda yang diberi nama Effleurage Robot. Berfungsi mengurang rasa nyeri pada ibu jelang proses persalinan.
Prestasi
Medali emas dan double gold pada international invention, innovation and technology exhibition Malaysia.
Medali emas, diamond dan best invention pada The British Invention Show & Awards di London pada 2021.
RADARSOLO.ID – Bagi Revi Gama Hatta Novika makna Sumpah Pemuda adalah semangat berjuang  melakukan apapun dan memberikan sumbangsih terbaik untuk bangsa. Tidak hanya menjadi follower tapi juga pencetus inovasi-inovasi baru. Tidak harus besar, namun yang terpenting ada manfaatnya untuk bangsa. Ini sebagai bentuk melanjutkan perjuangan pahlawan yang dulu.
Perempuan yang akrab dipanggil Revi ini memiliki cara tersendiri dalam memaknai momentum sumpah pemuda. Sebagai dokter, dia lebih terpanggil untuk melakukan pengembangan keilmuan bidang kesehatan. Beberapa temuannya dalam bidang kesehatan juga mampu mendapat pengakuan internasional.
Sejak duduk di bangku kuliah, Revi tidak pernah menolak pekerjaan yang diberikan padanya. Menurut dia, dengan melakukan segala hal dia akan mendapatkan ilmu baru yang tidak didapatkan dalam perkuliahan. Sebagai generasi muda, tanggap akan masalah-masalah di lingkungan mereka dan mencari solusinya menjadi hal yang urgen dilakukan.
Salah satu pengembangan keilmuan dalam bidang kesehatan yakni menciptakan robot kursi roda yang diberi nama Effleurage Robot. Inovasi ini diciptakan untuk mengurang rasa nyeri pada ibu yang sedang mengalami kontraksi inpartu atau menjelang proses persalinan. Pegembangan ilmu tersebut juga sebagi upaya memberikan kenyaman bagi para calon ibu menuju proses persalinan.
“Ide ini dilatarbelakangi adanya ibu hamil yang terkonfirmasi Covid-19, sehingga yang biasanya ibu hamil yang akan bersalin bisa ditemani keluarga untuk memberikan massage lembut (effleurage massage) guna meminimalkan rasa nyeri akibat kontraksinya. Namun, pada kondisi pandemi hal itu sulit dilakukan,” ungkap staf pengajar di Fakultas Kedokteran UNS ini.
Prototipe dari hasil penelitiannya juga pernah diikutkan dalam ajang kompetisi internasional dan mampu meraih beragam penghargaan. Di antaranya mendapatkan medali emas dan double gold pada international invention, innovation and technology exhibition Malaysia. Medali emas, diamond dan best invention pada The British Invention Show & Awards di London pada 2021.
Diakui Revi, dia lebih nyaman berkontribusi di bidang kesehatan dalam bentuk pengembangan penelitian dan keilmuan. Tak hanya itu, dalam bidang pendidikan dia juga memiliki tekad kuat untuk melahirkan generasi-generasi dokter muda yang kompeten. Meski belum genap dua tahun sejak resmi menjadi staf pengajar di Universitas Sebelas Maret, Revi hampir setiap tahunnya juga berhasil mendapatkan hibah bersaing dari Badan Riset Inovasi Nasional Indonesia (BRIN).
“Hibah itu saya gunakan untuk melakukan pengembangan dan penelitian ilmu kesehatan. Dan setiap prosesnya saya selalu melibatkan mahasiswa, agar mereka juga tahu bagaimana menjadi seorang peneliti dan sekaligus dokter,” tuturnya.
Perempuan yang lahir di Banyuwangi Jawa Timur 31 Januari 1991 itu, kini juga tengah fokus untuk menangani kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat dalam percepatan penurunan permasalahan stunting. Bersama mahasiswanya, Revi konsen melakukan beberapa skema penguatan kesehatan masyarakat. Salah satunya adalah proyek kemanusiaan berupa pemberdayaan kader kesehatan, penelitian pada anak stunting, pemantauan perkembangan anak stunting dan lain sebagainya.
Dari berbagai kegiatan stunting tersebut, Revi akhirnya mendapatkan dukungan pendanaan penelitian dari BRIN untuk melanjutkan penelitian yang berkontribusi lebih luas terhadap penurunan permasalahan stunting di Indonesia. Pada kesempatan itu, dia juga kembali mengajak mahasiswa melakukan inovasi untuk menciptakan satu produk kesehatan yang bisa menurunkan stunting.
“Angka tertinggi stunting itu ada di Nusa Tenggara Barat (NTB). Nanti saya bersama tim akan diberangkatkan ke sana untuk memberikan intervensi spesifik. Bekerja sama dengan pakar di bidang lainya, kami berencana akan membuat susu yang diujicobakan pada anak stunting dengan harapan akan mempercepat pertumbuhan anak stunting di sana,” ungkap dia.
Revi juga mengajak kepada seluruh calon dokter untuk mengacu pada slogan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk mereformasi sistem kesehatan. Hal itu akan memperbaiki pelayanan kesehatan ke arah yang semakin baik. Reformasi dan kontribusi tersebut dapat dilakukan dalam bentuk apapun dan dilakukan oleh siapapun.
“Sebagai generasi milenial saat ini berjuang tidak harus berperang, Namun, dapat dilakukan dengan melakukan hal-hal kecil yang bermanfaat. Mari bersama-sama berkontribusi terhadap bangsa. Silakan dalam bentuk apapun yang terpenting dapat bermanfaat untuk masyarakat dan bangsa,” tandasnya. (ian/bun) 
Revi Gama Hatta Novika
Tempat/Tanggal Lahir
Banyuwangi, 31 Januari 1990
Riwayat Pendidikan
D3     Poltekkes Kemenkes Malang
D4     Poltekkes Kemenkes Malang
S2     Pendidikan Profesi Kesehatan UNS Surakarta
S3     Universitas Airlangga Surabaya
Riwayat Jabatan Fungsional
Tenaga Pengajar Fakultas Kedokteran UNS
Karya
Menciptakan robot kursi roda yang diberi nama Effleurage Robot. Berfungsi mengurang rasa nyeri pada ibu jelang proses persalinan.
Prestasi
Medali emas dan double gold pada international invention, innovation and technology exhibition Malaysia.
Medali emas, diamond dan best invention pada The British Invention Show & Awards di London pada 2021.
Penerbit : PT Surakarta Intermedia Pers
Alamat : Jalan Kebangkitan Nasional Nomor 37 Surakarta

source