Merdeka.com – Seiring dengan terkendalinya pandemi Covid-19, belanja negara di sektor kesehatan pada semester-I 2022 hanya Rp 74,2 triliun. Realisasi ini mengalami kontraksi hingga 11 persen dari periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp 83,5 triliun.
Secara khusus penurunan terjadi pada belanja untuk penanganan Covid-19 yang semester-I tahun 2021 sebesar Rp 44,1 triliun, kini hanya Rp 28,2 triliun.
“(Penyerapan) anggaran di bidang kesehatan juga turun, di bidang penangan Covid-19 hanya Rp 28,2 triliun,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (1/7).
Sebaliknya belanja negara untuk kebutuhan reguler bidang kesehatan tahun ini mengalami peningkatan. Per semester-I 2022 tercatat Rp 46 triliun, naik dari tahun lalu pada periode yang sama sebesar Rp 39,4 triliun.
“Belanja kesehatan non Covid-19 ini untuk membayar JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), dan pembayaran klaim pasien Covid-19,” kata dia.
Sementara itu, realisasi belanja pemerintah untuk masyarakat terdampak pandemi masih tinggi. Per semester-I 2022 telah menyerap anggaran perlindungan sosial sebesar Rp 70,9 triliun. Angka ini lebih tinggi dari realisasi tahun lalu di periode yang sama yakni Rp 66,8 triliun.
Di sisi lain realisasi anggaran perlindungan sosial selain untuk Covid-19 juga mengalami peningkatan. Tahun ini tercatat sebesar Rp 117,2 triliun dari sebelumnya di tahun 2021 sebesar Rp 112,3 triliun. Sehingga, penyerapan anggaran perlindungan sosial tahun sebesar Rp 188,2 triliun dari semula Rp 179,1 triliun.
“Inilah yang jadi selimut syok absorber APBN agar masyarakat terlindungi dari ancaman dampak pemulihan ekonomi pasca pandemi,” katanya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut penyerapan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) selama semester I-2022 sebesar Rp 124,5 triliun. Realisasi tersebut baru sekitar 27 persen dari pagu anggaran dalam APBN sebesar Rp 455,6 triliun.
“Alokasi program PC-PEN tahun 2022 sebesar Rp 455,6 triliun dengan realisasi Rp 124,5 triliun pada semester-I 2022,” kata Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (1/7).
Dia merincikan penyerapan di klaster kesehatan sampai pertengahan tahun hanya Rp 29,4 triliun. Dana tersebut digunakan untuk pembayaran klaim rumah sakit pasien Covid-19, membayar insentif tenaga kesehatan dan penanganan Covid-19 melalui dana desa.
Pada klaster perlindungan sosial telah terserap anggaran Rp 60,2 triliun. Dana ini dimanfaatkan untuk penyaluran bantuan sosial dan bantuan pemerintah lainnya. Program pemerintah yang dimaksud kata dia berhubungan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga-harga.
“Bantuan pemerintah lainnya dalam rangka mempertahankan daya beli masyarakat akibat pandemi serta kenaikan harga,” kata dia.
Sementara itu dari klaster penguatan pemulihan ekonomi baru terserap anggaran Rp 34,9 triliun. Dana ini dipakai untuk mendukung UMKM, insentif perpajakan, program padat karya, dukungan untuk sektor pariwisata dan ketahanan pangan.
Menteri Sri Mulyani memperkirakan penggunaan dana PEN tahun ini tidak akan terserap maksimal. Mengingat kasus Covid-19 yang makin terkendali. Sehingga dia akan memantau dan menyesuaikan anggaran PEN sampai akhir tahun.
“Kami akan pantau program PC PEN dan melihat estimasinya berapa banyak yang akan direalisasikan sampai akhir tahun,” kata dia mengakhiri.
[bim]
Baca juga:
Anggaran PEN di 2021 Hanya Terserap 87,96 Persen
Pandemi Covid-19 Hemat Belanja Negara Hingga Rp612,5 Miliar
Sri Mulyani Sentil Pemda dengan Belanja Daerah Masih Minim
MPR Harap Daerah yang Realisasikan 40% Belanja Produk Dalam Negeri Dapat Penghargaan
Pemerintah Target Belanja Negara di 2023 Capai Rp2.993,4 Triliun
Kementerian PUPR Catat Belanja Produk Lokal Capai Rp80,4 Triliun
PUPR Siap Gelontorkan Rp42 T Belanja Produk Dalam Negeri
Advertisement
Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami
Ilmuwan Pecahkan Misteri Seputar Migrasi Belut Purba
Ini 6 Cara Aman Menjaga Data Pribadi Versi OJK
Pengusaha Wajib Tahu, Ini 7 Cara Mempertahankan Bisnis di Tengah Ancaman Resesi
PERMA 1/2014 Sebagai Access to Justice, Jalan Keluar Layanan Hukum Warga Tak Mampu
4 Negara Hapus Utang Luar Negeri Indonesia, Nilainya Capai Rp4,4 Triliun
Presiden Jokowi Minta Masukan Masyarakat soal Nama Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Wamen BUMN: Kendaraan Listrik Hemat Pengeluaran Rp1,5 Juta per Tahun
Hari Pangan Sedunia, Jokowi: Banyak Negara Terancam Kerawanan Pangan Akut
Mentan Ajak Kolaborasi untuk Kecukupan Pangan Dunia
Ini 6 Cara Aman Menjaga Data Pribadi Versi OJK
BRI Life Raup Pendapatan Premi Rp2,4 Triliun Hingga Akhir September 2022
Pengusaha Wajib Tahu, Ini 7 Cara Mempertahankan Bisnis di Tengah Ancaman Resesi
Terungkap, Ini Strategi PGN Kejar Target 400.000 Sambungan Jargas Rumah Tangga
MenPAN Anas ke PNS: Reformasi Birokrasi Tak Sekadar Kenaikan Tunjangan Kinerja
BSU Rp600.000 Tahap ke-6 Segera Cair, Cek Lagi Syarat Penerimanya
Jangan Panik, Bagi yang Tak Punya Rekening Himbara BSU Rp600.000 Cair Pekan Depan
Cetak Pengusaha di Kalangan Santri, Erick Thohir: Persiapan Hadapi Tantangan
Kisah Tony Robbins, Sukses Meski Tumbuh dari Keluarga Broken Home
Tidak Disanksi, Polisi yang Coret Kantornya Sarang Korupsi Dirujuk ke RSJ Makassar
Ada Sosok Emak-Emak jadi Calo Narkoba Jenderal Polri
Mobil Berpelat Polri Terus Bunyikan Klakson saat Macet, Jokowi Langsung 'Disenggol'
Krishna Murti Naik Pangkat jadi Bintang Dua, Statusnya di Medsos Curi Perhatian
Ada Sidang Ferdy Sambo, Simak Pengalihan Arus Lalu Lintas Sekitar PN Jakarta Selatan
Jelang Sidang, Kuasa Hukum Khawatir Kondisi Psikologis Putri Candrawathi
Pesan Tegas Jokowi untuk Pejabat Polri: Berantas Judi Online, Jangan Gagah-gagahan
Jokowi: Begitu Peristiwa Ferdy Sambo, Indeks Kepercayaan Polri Jatuh ke Paling Rendah
Ada Sidang Ferdy Sambo, Simak Pengalihan Arus Lalu Lintas Sekitar PN Jakarta Selatan
Jelang Sidang, Karangan Bunga Pendukung Bharada E Hiasai PN Jakarta Selatan
Jelang Sidang, Kuasa Hukum Khawatir Kondisi Psikologis Putri Candrawathi
Jokowi: Begitu Peristiwa Ferdy Sambo, Indeks Kepercayaan Polri Jatuh ke Paling Rendah
Jelang Sidang, Karangan Bunga Pendukung Bharada E Hiasai PN Jakarta Selatan
Jokowi: Begitu Peristiwa Ferdy Sambo, Indeks Kepercayaan Polri Jatuh ke Paling Rendah
Kapasitas Ruang di PN Jaksel Terbatas, Pengunjung Sidang Ferdy Sambo Cs Dibatasi
Erick Tohir: BUMN Terus Mengonsolidasikan Ekosistem Kesehatan Indonesia
Mau Dihibahkan, Vaksin Indovac Bisa Diproduksi Capai 100 Juta Dosis di 2023
Petinggi Persib Nilai Kongres Luar Biasa PSSI Bukan Hal Utama untuk Menyelesaikan Masalah Sepak Bola Indonesia
Liga 1: Arema FC Minta Masukan untuk Pulihkan Trauma Psikis Pemain usai Tragedi Kanjuruhan
Advertisement
Advertisement
Anies Baswedan Rajin Muncul ke Publik Sepekan Jelang Lengser
Rapor Negara-Negara Tangani Isu Kaya vs Miskin Saat Pandemi Covid
Sederet Pernyataan AHY Banggakan Pemerintahan SBY
Ernalinda Ndakularak
PERMA 1/2014 Sebagai Access to Justice, Jalan Keluar Layanan Hukum Warga Tak Mampu
Andre Rahadian SH., LL.M, M.Sc
Kohesi Modal Masa Depan Bangsa
Agiel Anastasya Putri
Perma 3/2017 Jawaban atas Kompleksitas Disparitas Hak Perempuan di Mata Hukum