BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA – Pro kontra obat sirop pascaadanya empat pelarut rentan tercemar etilen glikol dan dietilen glikol menjadikan adanya kecemasan masyarakat dalam mengkonsumsi obat.
Karenanya Program Studi farmasi dan pendidikan profesi apoteker FMIPA ULM melakukan pemanfaatan tanaman obat khususnya obat Diabetes Melitus dan Hipertensi.
Ketua tim pengabdian, Apt Difa Intannia Minggu (30/10/2022) mengatakan diabetes dan hipertensi merupakan penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat sehingga perlu mendapatkan pemahaman dalam masa perawatan.
Terlebih dengan tanaman obat herbal.
Baca juga: Waspadai Gagal Ginjal Akut Anak, Dinkes Tabalong Amankan Stok Obat Sirup di Instalasi Farmasi
Baca juga: Laksanakan Pengabdian Masyarakat, Dosen dan Mahasiswa Farmasi UNISM Edukasi Kader Kesehatan
“Kita melakukan pengabdian masyarakat di Puskesmas Martapura 1 kepada kader dan program dengan pemberian edukasi yang diikuti 28 orang kader dari 14 Posbindu,” ujarnya.
Kader juga diajarkan dalam penggunaan alat pengukuran gula darah mandiri.
Selain itu juga diadakan lomba cerdas cermat bagi kader.
Seluruh peserta dari 14 Desa mengikuti babak penyisihan, dan akan terpilih tiga desa untuk masuk ke babak final.
Adapun desa yang masuk ke dalam babak final adalah Desa Tanjung Rema, Jawa Laut dan Jawa.
Dan yang memenangi Lomba adalah Desa Tanjung Rema.
Sebelumnya juga dilakukan survei lapangan ke salah satu posbindu di Puskesmas Martapura 1.
Salah satu masalah yang dihadapi dalam pembangunan kesehatan saat ini kata Apt Difa Intannia didampingi Apt Prima Happy Ratnapuri, Apt Herningtyas Nautika Lingga adalah terjadinya pergeseran pola penyakit dari penyakit menular ke penyakit tidak menular (PTM).
Baca juga: Pengabdian Masyarakat PSKPS FK ULM, Warga Desa KBU Diajari Manfaatkan Tanaman Obat Keluarga
Berdasarkan data World Health Organization, 80 persen kematian akibat PTM berada pada negara yang berpendapatan rendah dan menengah.
WHO memperkirakan bahwa pada tahun 2020, PTM akan menyebabkan 60 persen kematian dan 43 persen dari seluruh angka kesakitan di dunia.
“Upaya Penanggulangan PTM di Indonesia dilakukan melalui posbindu PTM dan pandu PTM menjadi salah satu target dan indikator pengendalian PTM,” tambahnya.
Banjarmasinpost.co.id / milna
 

source