TEMPO.CO, Pacitan – Pemerintah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) Hepatitis A. Penetapan itu bertujuan menopang kebijakan administasi yang akan ditempuh, seperti untuk mendapatkan alokasi tambahan anggaran penanganan. “Salah satunya untuk itu,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan dr Eko Budiono saat dihubungi Tempo, Selasa sore 25 Juni 2019.
Status KLB itu ditetapkan Bupati Pacitan Indartato setelah memusyawarahkannya dengan sejumlah pihak terkait, Selasa siang. Pertimbangannya karena peningkatan kasus dan perluasan daerah yang terpapar. Berdasarkan pembaharuan data per Selasa siang dari Dinas Kesehatan, jumlah penderitanya tercatat sebanyak 577 orang.
Baca juga: 33 Siswa SD Terjangkit Hepatitis A, Depok Tetapkan KLB Parsial
Ratusan penderita Hepatitis A itu merupakan warga empat kecamatan di wilayah timur Pacitan, yaitu Sudimoro, Ngadirojo, Tulakan, dan Kebonagung. Secara klinis kasus ini awalnya ditemukan di Kecamatan Sudimoro pada 13 Juni lalu. Setelah ditangani dan dilakukan pengamatan, penderitanya bertambah dan lokasi domisilinya meluas.
Para penderita hepatitis dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas Sudimoro, Puskesmas Ngadirojo, dan Rumah Sakit dr Darsono Pacitan. Karena jumlah pasiennya banyak, maka beberapa puskesmas harus menambah beberapa tempat tidur dan petugas para medis. “Upaya penanganan medis kami lakukan terutama untuk menguatkan fungsi lever,” ujar Eko.
Baca juga: Waspada Penularan Penyakit Lewat Transfusi Darah, Cek Solusinya
Agar penyakit hepatitis A tidak semakin meluas, pemerintah setempat melakukan beberapa langkah. Pertama, Tata Laksana Kasus yang Lebih Intensif serta Surveilens Epidemologi yang Lebih Akurat.
Selain itu, pengendalian faktor risiko, seperti pemeriksaan sumber air, klorinasi, dan pembiasaan cuci tangan pakai sabun dan peningkatan sanitasi total berbasis masyarakat. “Perlu dukungan lintas sektoral. Seperti, pengiriman air bersih oleh BPBD atau PDAM ke daerah yang membutuhkan.”

Hepatitis B dapat berkembang menyebabkan hepatitis akut, hepatitis berat atau fulminan, serta hepatitis kronis. Waspadai gejalanya sejak awal.
Tes HBsAg digunakan untuk mendeteksi antigen permukaan hepatitis B
Hepatitis merupakan peradangan hati yang disebabkan karena berbagai virus.
Penyakit hepatitis tidak hanya disebabkan oleh infeksi virus, namun dapat pula karena kebiasaan lain, seperti hepatitis alkoholik.
Kementerian Kesehatan telah sejauh ini memeriksa 91 kasus dugaan hepatitis akut misterius pada anak di Indonesia.
Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas outer rise.
Selain Covid-19, ada banyak penyakit yang disebabkan oleh virus, antara lain demam berdarah, AIDS hingga kutil.
Jaundice bukanlah suatu penyakit, tetapi merupakan gejala dari beberapa kemungkinan penyakit yang mendasarinya.
DKI Jakarta memastikan anak yang baru sembuh dari COVID-19 dapat menerima vaksin campak rubela, bahkan satu hari setelah dinyatakan negatif.
Vaksin hepatitis B merupakan salah satu cara pencegahan penyakit hepatitis atau dikenal sebagai penyakit kuning. Berikut manfaat vaksin tersebut.

source