TRIBUN-TIMUR.COM – Karantina Pertanian Parepare sertifikasi kemiri yang akan diekspor perdana ke Arab Saudi, Rabu (26/10/2022) siang.
Sertifikasi dilakukan di Kantor Karantina Pertanian, Jalan Tarakan, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kemiri seharga Rp 400 juta diekspor ke Arab Saudi oleh CV. Aromata Anugerah Sultan.
Kepala Karantina Pertanian Parepare, A. Azhar mengatakan kemiri 10 ton dinyatakan sehat.
“Kemiri telah melalui serangkaian pemeriksaan dan telah dinyatakan sehat memenuhi persyaratan ekspor ke negara tujuan,” A. Azhar.
Pemeriksaan dengan cara mengambil sampel kemiri sebanyak satu kilogram.
“Kami juga melakukan pemeriksaan sampel kemiri sebanyak satu kilogram yang akan diekspor”, ujar Azhar.
Ekspor ini menambah gairah ekonomi khususnya sektor pertanian.
“Ekspor ini memberikan semangat dan dorongan ke para petani di sektor pertanian,” jelasnya
Dia menambahkan peluang petani di pasar mancanegara terbuka lebar.
“Hasil panen petani yang mereka hasilkan memiliki peluang besar di pasar mancanegara,” imbuhnya.
Kepala Karantina itu mengapresiasi pimpinan CV. Aromata Anugerah Sultan yang menggerakkan UMKM lokal.
“Kita mengapresiasi Bapak Hamzah selaku pimpinan CV AAS, yang mana melalui UMKM miliknya mampu menambah ekspor ke negara baru,” tambahnya.
Dengan terbukanya peluang ekspor, Azhar berharap petani terdorong melakukan hal yang sama.
Dorongan itu tidak hanya bagi petani namun seluruh sektor khususnya UMKM
“Kita berharap lebih banyak lagi masyarakat yang melakukan ekspor di sektor apapun baik pertanian maupun barang dan jasa,” jelasnya. (*)
Laporan Kontributor TribunParepare.com, M Yaumil