Lombok Tengah, Talikanews.com – Adanya Enam Kepala Puskesmas di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Loteng, heran. Bahkan menyebut, peristiwa ini tidak boleh dianggap sebagai fenomena biasa, karena baru terjadi dalam sejarah institusi pemerintahan.
“Ini sejarah, Bupati Loteng harus mengambil langkah mengevaluasi dan mencari tahu penyebab para Kepala Puskesmas ramai-ramai mengundurkan diri,” pinta Haji Supli, Anggota Komisi I DPRD Loteng, Kamis 27 Oktober 2022.
Supli menyebut, ada yang janggal ketika Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan sampai saat ini belum mengetahui Kepala Puskesmas mana saja yang mengundurkan diri tersebut.
Mestinya lanjut Politisi PKS ini, harusnya Dinas terkait segera berkoordinasi dan konfirmasi ke BKPP Loteng untuk meminta Puskesmas mana saja.
“Kita rekomendasi untuk mengkonfirmasi Kepala Puskesmas Kota Praya, Puskesmas Kute, Puskesmas Sengkol, Puskesmas Puyung, Puskesmas Wajagesang, dan Puskesmas Teruwai,” kata Supli.
Untuk segera mengisi kekosongan karena kaitan pelayanan kesehatan, Supli meminta kepada Bupati Loteng supaya segera rekrutmen pengganti Enam Kepala Puskesmas yang mengundurkan diri tersebut.
Tentu kata Supli, pola rekrutmennya itu harus terbuka, bila perlu buka ke publik dengan sistem daftar terbuka.
“Siapa yang berminat, silahkan ajukan diri dengan menyampaikan visi misinya. Jangan seperti hari ini, diangkat begitu saja sesuai selera, akhirnya ya seperti ini jadinya,” tegasnya.
Lain halnya dengan Anggota Komisi IV DPRD Loteng, Legewarman. Justru akan memanggil Dinas Kesehatan untuk meminta penjelasan terkait beberapa Kepala Puskesmas yang mengundurkan diri itu.
“Begitu Kadis balik dari luar daerah, langsung kita panggil untuk menjelaskan apa saja persoalan di internalnya, sehingga banyak Kepala Puskesmas mengundurkan diri,” pungkasnya (TN-04)
Talika News adalah situs portal berita dan media
Perusahaan : PT. Talika Media Perkasa
Hubungi Kami : talikanews@gmail.com