HARIAN HALUAN – Perwakilan Bkkbn Provinsi Sumatra Barat mengadakan rapat koordinasi teknis percepatan penurunan stunting bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Sumbar, Senin, 24 Oktober 2022.
Kepala Perwakilan Bkkbn Provinsi Sumbar, Fatmawati mengatakan realisasi dari output tematik Stunting seperti Audit Kasus Stunting, el-Simil, Tim Pendamping Keluarga (TPK), Miniloka Karya serta Rembug Stunting, sampai saat ini masih rendah realisasi kegiatannya maupun anggarannya.
Untuk menunjang beberapa kegiatan di atas, di Sumatera Barat, telah mengukuhkan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten/Kota, yang diketuai oleh Wakil Bupati/Wakil Walikota dan telah di kukuhkan oleh Bupati/Walikota.
“Sementara itu, kita juga punya Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebanyak 10.044 kader terdiri dari Bidan, Kader PKK dan Kader KB. Semua kader TPK tersebut sudah mendapatkan pelatihan/sosialisasi tentang bagaimana caranya melakukan percepatan penurunan Stunting,” kata Fatkawati.
Bkkbn Provinsi Sumbar, katanya lagi terus mengebut target penurunan Stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024, sesuai pasal 4 ayat 2. Berdasarkan RPJMD Sumatera Barat, target Percepatan Penurunan Stunting untuk tahun 2022, sebesar 18,44  persen dan tahun 2023 menjadi 15,42 persen.
Fatmawati menambahkan untuk mencapai tujuan di atas, maka disusunlah suatu Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (RAN PASTI) berdasarkan Peraturan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional nomor 12 tahun 2021.
“Dimana kegiatan prioritasnya terdiri dari penyediaan data keluarga berisiko Stunting, pendampingan keluarga berisiko Stunting, pendampingan semua calon pengantin/calon Pasangan Usia Subur (PUS), surveilans keluarga berisiko Stunting dan Audit Kasus Stunting,” kata Fatmawati.
Rencana Aksi Nasional ini, dilaksanakan oleh Kementrian/Lembaga, Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan/Nagari/Desa dan Pemangku Kepentingan lainnya dalam pelaksanaan Percepatan Penurunan Stunting.
Fatmawati juga menyebut berdasarkan laporan dari aplikasi Morena bulan September 2022, dimana baru 1.980 sasaran yang terealisasi dari target Pendampingan Catin sebesar 82.310, sedangkan pendampingan dari Bumil baru terealisasi 6.516 sasaran dari target pendampingan Bumil sebesar 916.008 dan pendampingan bagi Bufas baru terealisasi 3.080 sasaran dari target 229.002.
“Untuk itu, kami mengajak dan mengimbau pihak terkait berkomitmen dan bekerjasama bagaimana caranya kita untuk dapat merealisasikan kegiatan maupun anggarannya terutama dalam percepatan penurunan Stunting di Sumatera Barat dengan melibatkan stakeholder yang ada serta mendorong PKB/PLKB dalam melakukan upaya percepatan penurunan Stunting,” kata dia.
Editor: Tio Furqan
Jalan Kebon Kacang XXIX Nomor 02,
Tanah Abang, Jakarta Pusat

Lantai IV Basko Grandmall,
Jl. Prof. Hamka Kota Padang –
Sumatera Barat

+6283184354148
redaksi@harianhaluan.com
©2022 ProMedia Teknologi

source