TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL – Bupati Gunungkidul Sunaryanta menyoroti serapan anggaran yang dinilai rendah di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah ( OPD ).
Para kepala OPD pun menanggapinya dengan berbagai alasan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul , Irawan Jatmiko menyebut sejumlah faktor mengapa serapan masih terbilang rendah.
“Salah satunya karena banyak proyek yang pembayarannya belum ditagih dan laporan administrasinya belum selesai,” jelas Irawan pada Rabu (26/10/2022).
Baca juga: Serapan Anggaran Rendah, OPD di Gunungkidul Diminta Kejar Target Hingga Akhir 2022
Ia menyebut setidaknya ada 20 paket pekerjaan non tender dari rekanan yang belum mengajukan uang muka.
Sedangkan sebagian besar proyek infrastrukur tersebut sudah rampung.
Menurut data, serapan anggaran DPUPRKP Gunungkidul hingga 19 Oktober 2022 ini baru 55,7 persen.
Irawan pun akan berupaya agar sisa anggaran bisa dioptimalkan hingga akhir tahun.
“Salah satunya mendorong rekanan agar segera mengajukan tagihan pembayaran hingga menyelesaikan laporan administrasinya,” kata Irawan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul , Dewi Wirawaty turut mengemukakan sejumlah alasan.
Adapun serapan anggaran di OPD ini mencapai 62,95 persen.
Salah satu penyebabnya dari pengadaan obat-obatan lewat e-katalog.
Menurutnya, pengadaan obat-obatan di awal tahun belum tayang lengkap di e-katalog, sehingga pembayaran dengan anggaran yang ada belum bisa dilakukan.
Baca juga: Jaga Stabilitas Harga, Dinas Perdagangan Gunungkidul Akan Gelar Operasi Pasar di 3 Lokasi
“Jadi menunggu sampai semester 2, tapi kami upayakan serapannya bisa tetap sesuai rencana,” kata Dewi.
Sementara dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul , Harry Sukmono mengatakan masih banyak kontrak lelang yang belum selesai. Sehingga berpengaruh pada serapan anggaran.
Serapan anggaran di DLH Gunungkidul sendiri di kisaran 55,08 persen.
Harry pun menyatakan akan merespons instruksi bupati agar serapan anggaran sesuai target hingga akhir tahun.
“Pekerjaan dengan rekanan akan kami pantau terus, termasuk melakukan evaluasi agar pekerjaan bisa cepat selesai,” ujarnya.( Tribunjogja.com )