SRIPIKU.COM, MUSI RAWAS – Momen peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2022 ini, menjadi hal yang tak terlupakan bagi Yohanes Roy Kusuma dan Paulus Wahyu Indra Jaya.
Dua kakak beradik asal Desa Jajaran Baru, Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas (Mura), Provinsi Sumsel itu, resmi menjadi muslim usai mengucapkan dua kalimat syahadat.
Prosesi mualaf keduanya berlangsung di Aula Mushollah Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadhus Sholihin di Kecamatan Megang Sakti, pada Sabtu (22/10/2022) kemarin.
Kyai Maki ditunjuk sebagai pembimbing atau pemandu untuk menjadi mualaf.
Kemudian Kepala Kantor (Kakan) Kementrian Agama (Kemenag) Mura, H Hermadi memberikan sertifikat masuk islam kepada kedua kakak beradik tersebut.
Masuknya kakak beradik tersebut sebagai muslim, disaksikan oleh dua orang saksi dan sejumlah masyarakat serta seluruh santri dan kyai serta Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Mura.
Yohanes Roy Kusuma didampingi adiknya, Paulus Wahyu Indra Jaya mengaku lega dan senang setelah mengucapkan dua kalimat syahadat.
Kemudian disinggung mengenai alasan atau latar belakang untuk menjadi Islam.
Yohanes mengaku, bermula saat ibunya yang terlebih dahulu masuk Islam sejak 4 tahun yang lalu.
Kemudian, penasaran dengan agama Islam, lalu dia mempelajari agama Islam melalui media sosial (Medsos) dan YouTube, dan lewat bimbingan salah seorang ustadz di Ponpes Riyadhus Sholihin.
“Akhirnya, saya dan adik saya memutuskan untuk memeluk agama Islam dan mengucapkan dua kalimat syahadat pada peringatan HSN ini,” tutupnya.
Sementara itu, pengasuh Ponpes Riyadhus Solihin, Kyai Maki Munir mengatakan, kedua remaja tersebut telah mendapat hidayah untuk memeluk agama Islam, tanpa paksaan. Keduanya masuk Islam dengan cara yang berbeda.
Dijelaskannya, sang kakak, Yohanes Roy Kusuma mendapatkan hidayah setelah sekian lama mempelajari Islam dari video YouTube, atas keingintahuannya tentang agama Islam.
Sedangkan adiknya, Paulus Wahyu Indra Jaya belajar Islam dari pergaulannya bersama teman-teman sebayanya, yang mayoritas muslim.
“Awalnya orang tua mereka tepatnya ibunya masuk menjadi mualaf beberapa tahun yang lalu, kemudian disusul dua orang kakak beradik tersebut pada tahun ini,” katanya.
Dikatakannya, hari ini merupakan sejarah bagi keduanya, karena di momen HSN ini, keduanya resmi menjadi mualaf dan seorang muslim.
“Mungkin awalnya meraka ini pengen tahu tentang Islam dan ada komunikasi dari keluarganya, sehingga termotivasi. Itu namanya proses hidayah, untuk langsung menyakini bahwa Islam adalah agama yang benar, dan akhirnya minta di mualaf kan,” ucapnya.
Setelah itu lanjut dia, maka pihaknya siap melakukan pendampingan proses ibadah kepada para mualaf tersebut, sampai menjadi Islam sejati.
“Karena memang kita notabennya di bidang agama, maka kami siap mendampingi mereka sampai kapanpun,” ungkapnya. (Eko Mustiawan/CR41)