TRIBUNJOGJA.COM – Pemkot Yogyakarta memastikan ketersediaan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi dalam kondisi aman.
Sehingga, upaya antisipasi menghadapi potensi kebencanaan di tengah cuaca ekstrem pun dapat dilakukan secara optimal.
Sebagai informasi, guna antisipasi kebencanaan selama 2022, BPBD Kota Yogyakarta mendapatkan alokasi hampir Rp400 juta di sektor rekonstruksi.
Akan tetapi, anggaran tersebut, sejauh ini sudah terserap seluruhnya, untuk merehab dua talud yang rusak.
Baca juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemkot Yogya Intensif Cek Kesehatan Pohon Perindang
Sementara untuk keperluan rehabilitasi, BPBD Kota Yogyakarta mendapat anggaran mencapai Rp180 juta.
Dari total alokasi tersebut, hingga pertengahan bulan Oktober 2022 telah terserap Rp134,3 juta, sehingga anggaran tinggal tersisa sekira Rp45,7 juta saja.
Namun, Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta , Aman Yuriadijaya menandaskan, bahwa Pemkot sepenuhnya siap memaksimalkan sumber daya yang tersedia.
Oleh sebab itu, meski anggaran BPBD kini semakin menipis, antisipasi kebencanaan tetap berjalan optimal.
“Kita sudah siapkan, tidak hanya di satu sektor (anggaran) yang dikendalikan BPBD saja. Tapi, semua, anggaran-anggaran di sektor lain, yang berhubungan dengan rehab-rekon,” urainya, Jumat (21/10/22).
Baca juga: Cuaca Ekstrem, Pemkot Yogya Pastikan Logistik Kebencanaan Cukup sampai Akhir Tahun
“Jadi, integrasi sistem dalam konteks penanggulangan kebencanaan terus kita lakukan, oleh seluruh lingkup Pemkot. Bisa saja dari Dinas PU, Dinkes, Dinsos dan lain-lain, yang berkaitan di sana,” lanjut Aman.
Dijelaskannya, sampai sejauh ini BPBD pun terus melangsungkan upaya mitigasi untuk mengantisipasi potensi kebencanaan di wilayah.
Menurutnya, dengan curah hujan dan cuaca yang semakin ekstrem, semua pihak harus siap dengan segala kemungkinan.
“BPBD kan memiliki organ-organ di lapangan, salah satunya para personel KTB (Kampung Tangguh Bencana). Mereka punya peran krusial, untuk melakukan deteksi dini dan perkembangan cuaca,” katanya. ( Tribunjogja.com )