TEMPO.CO, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memuji Ahmad Riza Patria sebagai partner kerja yang luar biasa. Anies mengaku sangat terbantu dengan Riza Patria sebagai wakilnya di Balai Kota.   
Anies menyebut Riza Patria sebagai wakil yang paling luar biasa saat bersama-sama bekerja mengendalikan roda pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.
Anies beruntung punya wakil gubernur seperti Riza Patria, karena politikus Gerindra itu selalu maju duluan ketika Pemprov DKI Jakarta menemui bermacam kerumitan.
“Kalau saya ditanya, siapa wakil kerja, wakil yang paling luar biasa, itu bapak Wagub yang paling luar biasa. Saya beruntung wakilnya bapak Wagub, Bapak Riza. Kenapa? Ketika sekali-kali bertemu segala macam kerumitan, dia yang maju duluan,” kata Anies pada acara apresiasi Pemprov DKI Jakarta kepada petugas lapangan/ pekerja teknis di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Rabu malam, 6 Oktober 2022.
Menurut Anies, Riza Patria terus menjaga kekompakan dan tidak pernah membuat langkah-langkah yang merepotkan bagi jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Selama 2,5 tahun kami bareng terus, kompak, tidak membuat langkah-langkah yang kita semua saling repot, sama sekali tidak ada,” kata Anies.
Atas perannya tersebut, Anies mengucapkan terima kasih kepada Riza. Dia berharap kerja kolektif seperti itu dapat terus terjaga meski mereka harus mengakhiri tugas di Pemprov DKI Jakarta pada 16 Oktober 2022 mendatang.
“Jadi kalau boleh saya pesan, sore hari ketemu di jalan berpapasan, tolong saling bersapa. Ingatkan, mau berseragam, mau tidak, sama. Sekali kita bekerja bersama, kita bersaudara, kita jaga persaudaraan kita,” kata Anies.
Ahmad Riza Patria atau kerap juga menyebut dirinya sebagai Ariza Patria menjadi Wakil Gubernur pada 15 April 2020. Ia dilantik oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi menggantikan Sandiaga Uno yang mundur karena maju sebagai Calon Wakil Presiden mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 lalu.  
Sebagai Wakil Gubernur, Riza Patria kerap mewakili Anies dan maju menghadapi DPRD DKI dalam rapat paripurna. Tak jarang, anggota DPRD mempertanyakan keberadaan Anies yang kerap absen di rapat-rapat terutama yang membahas APBD. 
Pada September 2021 misalnya, Sekretaris Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Anthony Winza mempertanyakan keberadaan Anies Baswedan yang kerap absen dalam rapat paripurna pembahasan anggaran.
“Mewakili Fraksi PSI, saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Wagub yang selalu hadir di rapat-rapat penting seperti ini menggantikan Pak Gubernur. Saya lihat kalau di rapat seperti anggaran ini tidak hadir. Mungkin ada kesibukan lain,” ujarnya dalam rapat paripurna di Gedung DPRD DKI pada Rabu, 8 September 2021.
Bahkan, PSI pernah menyindir bahwa Riza Patria adalah Gubernur DKI yang sebenarnya karena seringnya mewakili Anies di raoat-rapat pembahasan anggaran.   
Pada April lalu, Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo menyebut hampir satu tahun Gubernur DKI Anies Baswedan tak menghadiri rapat paripurna yang membahas agenda penting. Anies selalu absen dan diwakili Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria.
“Jadi kami merasa jangan-jangan Pak Gubernur sebenarnya Pak Wagub,” kata dia di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa, 26 April 2022.
Anggara merespons sentilan anggota DPRD Basri Baco soal ketidakhadiran Anies dalam paripurna tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban atau LKPJ Gubernur DKI Tahun Anggaran 2021.
Basri menyampaikan interupsi soal ketidakhadiran Anies sesaat setelah perwakilan DPRD menyampaikan rekomendasi LKPJ. “Ini saya rasa menjadi keluhan seluruh fraksi dan seluruh masyarakat dan biarlah Golkar yang berbicara menyampaikan mungkin mewakili seluruh fraksi,” kata Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI itu.
Anggara sepakat dengan kritik Basri. Menurut dia, apa yang disampaikan Basri adalah pesan dari seluruh anggota dewan untuk Anies. “Kekecewaan itu dirasakan hampir semua fraksi, karena hari ini pun juga beliau tidak hadir,” ucap dia.
Agustus lalu, Anies Baswedan kembali diwakilkan Riza Patria dalam rapat paripurna DPRD DKI tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (P2APBD) 2021. “Pada rapat paripurna ini izinkan saya menjelaskan tentang realisasi pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2021 yang meliputi Pendapatan Daerah, Belanja Daerah, dan Pembiayaan Daerah,” kata Riza Patria dalam rapat paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa, 23 Agustus 2022.
Dalam berbagai isu, Riza Patria juga sering tampil menanggapi sejumlah persoalan, seperti Formula E. Riza yang menyampaikan ke publik bahwa Jakpro akan bisa mempertanggungjawabkan anggaran pelaksanaan balapan Formula E. 
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku penyelenggara Formula E segera menyampaikan laporan keuangan ajang tersebut. 
“Jakpro harus bisa, karena Jakpro juga mendapatkan PMD (Penyertaan Modal Daerah) atas persetujuan dari DPRD,” kata Riza Patria di gedung DPRD DKI, Selasa, 6 September 2022, seperti dikutip dari Antara.
Sebelumnya, sejumlah anggota DPRD menagih Pemprov DKI untuk membuka laporan keuangan balap mobil listrik itu kepada publik termasuk wakil rakyat.
“Silakan bersurat ke gubernur, kami pasti mempertanggungjawabkan semua anggaran yang digunakan di APBD,” kata Riza. “Prinsipnya dalam penyelenggaraan APBD DKI Jakarta sangat terbuka dan transparan.”
Demikian pula soal pencabutan Peraturan Gubernur Nomor 207 Tahun 2016 tentang Penertiban Pemakaian/Penguasaan Tanah Tanpa Izin Yang Berhak atau Pergub Penggusuran Pergub penggusuran, Riza Patria juga memberikan jaminan bahwa pergub tersebut akan dicabut sebelum masa jabatan Anies dan dirinya berakhir pada 16 Oktober nanti. 
“Proses administrasinya membutuhkan waktu karena pencabutan tersebut belum masuk dalam program penyusunan Pergub tahun 2022,” kata Riza Patria saat menemui massa Koalisi Rakyat Menolak Penggusuran (KRMP) yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota, Jakarta, Jumat, 30 September 2022.
Baca juga: Anies Baswedan Dapat Dukungan dari Sejumlah Partai di Yogyakarta Untuk Maju pada Pilpres 2024
Anies Baswedan merupakan pendiri gerakan Indonesia Mengajar
Aher berkata pendeklarasian dukungan Pilpres 2024 harus dibicarakan dan disepakati matang-matang oleh seluruh kader PKS.
Anies Baswedan di acara PKS membacakan pantun untuk mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Aher. Sebut banyak kelebihan untuk dampingi Capres.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengusulkan Ahmad Heryawan sebagai Calon Wakil Presiden mendampingi Anies Baswedan. Keputusan ini berdasarkan hasil Musyawarah Majelis Syuro VII PKS.
Anies Baswedan mengaku tak ingin terburu-buru dalam menentukan calon wakil presiden yang akan mendampinginya di Pilpres 2024.
Hari ini ada dua agenda pertemuan politik yaitu Anies Baswedan bertemu dengan Aher di acara PKS dan Prabowo bertemu dengan Cak Imin di acara PKB.
Sejumlah relawan berbagai daerah deklarasikan dukungan terhadap tokoh untuk Capres 2024 seperti Anies Baswedan, Puan Maharani hingga Ganjar Pranowo.
Anies mengatakan dalam memilih pemimpin yang harus ditanyakan lebih dulu bukanlah visi-misi melainkan rekam jejak karena visi misi bisa dikarang
Anies Baswedan mengaku tak memasang waktu pasti untuk memilih cawapres pilihannya.
Anies Baswedan mengatakan tidak memasang tenggat waktu untuk pemilihan kursi cawapres.

source