JawaPos.com – Total kasus cacar monyet secara global di dunia melampaui lebih dari 50 ribu kasus menurut angka Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Penularan kini mulai melambat di hotspot virus di Eropa dan Amerika Serikat.
Menurut laporan, WHO mencatat ada 50.496 kasus dan 16 kematian yang menyatakan wabah itu sebagai darurat kesehatan masyarakat global pada Juli tahun ini. Penyakit cacar monyet kini sudah meluas ke seratusan negara dengan didominasi oleh kelompok LGBT.
Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan, adanya penurunan infeksi membuktikan wabah itu dapat dihentikan. Meski kasus menurun, ia meminta dunia tetap waspada.
“Di Amerika, yang menyumbang lebih dari setengah dari kasus yang dilaporkan, beberapa negara terus mengalami peningkatan jumlah infeksi, meskipun sangat menggembirakan untuk melihat tren penurunan yang berkelanjutan di Kanada,” katanya dalam konferensi pers, seperti dilansir dari eHealth, Kamis (1/9).
Gelombang infeksi cacar monyet telah diumumkan sejak awal Mei di luar negara-negara Afrika yang telah lama menjadi endemik. WHO mengumumkan status darurat sejak 24 Juli untuk menjadi perhatian internasional, di samping Covid-19.
“Menghilangkan cacar monyet membutuhkan tiga hal. Yaitu kemauan, komitmen politik; dan pelaksanaan public health yang lebih ketat dan tepat sasaran,” kata Tedros.
JawaPos.com – Total kasus cacar monyet secara global di dunia melampaui lebih dari 50 ribu kasus menurut angka Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Penularan kini mulai melambat di hotspot virus di Eropa dan Amerika Serikat.
Menurut laporan, WHO mencatat ada 50.496 kasus dan 16 kematian yang menyatakan wabah itu sebagai darurat kesehatan masyarakat global pada Juli tahun ini. Penyakit cacar monyet kini sudah meluas ke seratusan negara dengan didominasi oleh kelompok LGBT.
Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan, adanya penurunan infeksi membuktikan wabah itu dapat dihentikan. Meski kasus menurun, ia meminta dunia tetap waspada.
“Di Amerika, yang menyumbang lebih dari setengah dari kasus yang dilaporkan, beberapa negara terus mengalami peningkatan jumlah infeksi, meskipun sangat menggembirakan untuk melihat tren penurunan yang berkelanjutan di Kanada,” katanya dalam konferensi pers, seperti dilansir dari eHealth, Kamis (1/9).
Gelombang infeksi cacar monyet telah diumumkan sejak awal Mei di luar negara-negara Afrika yang telah lama menjadi endemik. WHO mengumumkan status darurat sejak 24 Juli untuk menjadi perhatian internasional, di samping Covid-19.
“Menghilangkan cacar monyet membutuhkan tiga hal. Yaitu kemauan, komitmen politik; dan pelaksanaan public health yang lebih ketat dan tepat sasaran,” kata Tedros.
Penerbit : PT Surakarta Intermedia Pers
Alamat : Jalan Kebangkitan Nasional Nomor 37 Surakarta