TIMESINDONESIA, SIDOARJO – Warga Desa Pamotan, Kecamatan Porong, Sidoarjo mengeluh tidak ada penangganan serius terkait laporan warga dalam kasus penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) oleh pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dalam hal ini Puskesmas Kecamatan Porong.
Hal itu diungkapkan Kusnadi, Kepala BPD Desa Pamotan, Kecamatan Porong, Sidoarjo yang sudah sejak beberapa waktu lalu melaporkan adanya warga yang terjangkit DBD dan meminta dilakukan penyemprotan fogging oleh pihak Puskesmas. Namun hingga saat ini hal tersebut belum dilakukan oleh pihak instansi terkait.
"Kami dan perangkat desa sudah melapor ke Puskesmas Kecamatan Porong untuk meminta fogging, tetapi tidak ada realisasinya hingga saat ini sudah ada 5 warga yang terjangkit DBD di desa kami. Tetapi laporan kami itu tidak ada tanggapan dari pihak Puskesmas maupun instansi terkait. Perangkat Desa takut jika ini dibiarkan penderita DBD akan bertambah," kata Kusnadi kepada TIMES Indonesia, Selasa (6/9/2022).
Lebih jauh, Kusnadi meminta agar Pemkab Sidoarjo melalui instansi terkait bisa gerak cepat megambil langkah kongrit jangan dibiarkan seperti ini.
"Kita sudah melaporkan tapi tidak ada aksi nyata dari dinas terkait, masak menunggu penderita DBD di Desa kami bertambah baru dilakukan fogging," sesalnya.
Meminta Fogging BHS Peduli
Karena tidak jawaban dan aksi dari instansi terkait, Ketua BPD Desa Pamotan menyampaikan keluhan warga kepada Bapak Bambang Haryo Soekartono atau Pak BHS agar pihaknya melakukan fogging di Desa Pamotan.
"Langsung keluhan dan laporan kami dijawab oleh Bapak BHS dan besok Rabu (7/9/2022) pagi tim relawan BHS Peduli akan lakukan fogging di Desa kami," papar Kusnadi.
"Alhamdulilah terima kasih Pak BHS, hari ini kami sambati (keluh kesah-red) besok pihaknya melalui tim BHS Peduli akan lakukan fogging di desa kami dan tanpa syarat serta tanpa ada biaya alias gratis," ungkapnya.
Atas keluhan dan laporan BPD Desa Pamotan, Kecamatan Porong, Sidoarjo terkait adanya warga yang terjangkit DBD, Bambang Haryo Soekartono menyesalkan tidak adanya tanggapan laporan warga dari pihak instansi terkait dalam hal ini Puskesmas terdekat.
"Seharusnya Pemerintah Daerah dalam hal ini Pemkab Sidoarjo melalui instansi yang membidangi kesehatan harus gerak cepat menjawab laporan warganya. Dari keterangan BPD tadi ada 5 warga di RT 5, RW 6 Desa Pamotan yang sakit DBD jika dibiarkan tanpa adanya gerakan memutus penyebaran DBD bisa jadi warga di RT tetangganya juga terjangkait DBD," ungkap BHS
"Oleh karena itu, besok Rabu (7/9/2022) pagi relawan BHS Peduli akan lakukan fogging di Desa Pamotan untuk memutus dan membunuh nyamuk pembawah virus DBD," imbuh Anggota Dewan Pakar DPP Partai Gerindra ini.
BHS berharap Pemkab Sidoarjo tidak menganggap remeh kasus DBD yang menjangkiti warganya. Dirinya meminta Pemkab Sidoarjo gerak cepat jika ada laporan warga terkait kasus DBD. Jangan malah membiarkan sehingga banyak lagi warga yang terjangkit DBD.
"Sudah banyak desa di Kabupaten Sidoarjo yang di fogging tim BHS Peduli. Warga melapor ke BHS Peduli karena tidak ada aksi nyata ataupun tindakan kongkrit dari instansi terkait di Pemkab Sidoarjo. Semoga apa yang dilakukan BHS Peduli ini bisa membantu warga Sidoarjo," harapnya.
"Sekali lagi mohon Pemkab Sidoarjo gerak cepat dalam penanganan kasus penyebaran DBD, jangan malah ada birokrasi yang malah mempersulit warganya," pungkasnya. (*)
**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.
10/11/2021 – 09:39
Copyright 2014 – 2022 TIMES Indonesia. All Rights Reserved.
Page rendered in 0.2435 seconds. Running in Unknown Platform