Merdeka.com – Tes Covid-19 seperti antigen dan PCR menjadi bagian initi dalam pemutusan penularan virus di Indonesia. Tak hanya di Indonesia, di China, tes Covid-19 juga masuk kebijakan penting dalam mencapai nol-Covid-19 di negara tersenut.
Namun demikian, sejumlah perusahaan yang menyediakan layanan tes Covid-19 mengungkapkan telah melihat sejumlah tes yang tidak dibayar tepat waktu.
Melansir laman Straits Times, sejumlah perusahaan alat tes Covid-19 di China mengatakan aturan pengujian menguras keuangan mereka, karena pelanggan membutuhkan waktu lebih lama untuk membayar iuran.
Ada risiko bahwa beberapa tagihan yang belum dibayar akan dihapuskan sebagai piutang tak tertagih, kata Dian Diagnostics Group yang berbasis di Hangzhou, salah satu penyedia tes Covid-19 terbesar di China.
Tagihan pun terus bertambah. Delapan dari perusahaan alat tes Covid-19 terbesar yang terdaftar melaporkan peningkatan piutang usaha sebesar 14,1 miliar yuan atau setara Rp30,1 triliun per 30 Juni 2022, naik 73 persen dari tahun sebelumnya.
Di antara perusahaan-perusahaan ini, Shanghai Labway Clinical Laboratory mengalami lonjakan tagihan terbesar, hingga mencapai 189 persen.
Penundaan dalam pembayaran menggarisbawahi biaya yang meningkat – secara finansial, ekonomi dan sosial – dari kebijakan nol-Covid-19 China untuk menghentikan penyebaran varian Omicron.
“Salah satu dugaan adalah bahwa anggaran untuk tes PCR pada awal tahun diremehkan, mengingat lockdown tak terduga yang mengikutinya,” kata Mia He, seorang analis perawatan kesehatan di Bloomberg Intelligence.
“Ini dapat menyebabkan pembayaran tertunda untuk pembuat tes,” sebut dia.
Diketahui, China semakin memperluas aturan tes Covid-19 ketika kasus muncul di setiap provinsi.
Bahkan di kota-kota besar seperti Beijing dan Shanghai yang tidak ditutup, warga perlu melakukan tes PCR setiap tiga hari sekali untuk menggunakan fasilitas umum atau pergi bekerja.
Advertisement
Sejumlah perusahaan alat tes Covid-19 di China menyebut jumlah pembayaran yang semakin besar menjadi salah satu perhatian utama dalam laporan keuangan terbaru mereka.
Utang pembayaran konsumen Dian Diagnostics yang akan jatuh tempo telah mencapai 10,7 miliar yuan, naik dari 5,4 miliar yuan di tahun sebelumnya, menurut laporan pendapatan semester pertama perusahaan itu.
Kemudian ada Guangzhou Kingmed Diagnostics Group, yang memperingatkan dalam laporan keuangannya bahwa pelunasan beberapa biaya tes mungkin tertunda.
Perusahaan tersebut menambahkan bahwa situasi Covid-19 dapat memperburuk manajemen beberapa institusi medis dan klinik swasta, serta kredit yang macet.
Adapun Shanghai Runda Medical Technology yang mencatat pertumbuhan piutang sebagai salah satu risiko utama perusahaan.
Perusahaan melihat “periode yang lebih lama untuk menerima pembayaran dari klien dan menghadapi tekanan yang meningkat saat ini”, katanya mengutip laporan.
Reporter: Natasha Khariunisa Amani
Sumber: Liputan6.com
Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami
Pertahanan Sandiaga Diterpa Isu Konflik Internal Gerindra
11 September: Hari Radio Republik Indonesia (RRI), Simak Sejarahnya
Menhub Budi: Tarif Ojek Online Seluruh Aplikator Naik 11 September Pukul 00.00
Mempersoalkan Hilangnya PP 99 Tahun 2022, Aturan yang Bikin Koruptor Mudah Bebas
Menko Luhut: Konsumsi BBM Satu Mobil di Indonesia Capai 1.500 Liter per Tahun
Menhub Budi: Tarif Ojek Online Seluruh Aplikator Naik 11 September Pukul 00.00
Dorong Investasi, BRI Sukseskan Penjualan SR017 Hingga ke Jayapura
Pemerintah: Jangan Terlalu Dipaksa Naik Pesawat saat Harga Tiket Mahal
TBN Asia Gelar Konferensi Tahunan di Bali, Ratusan Kewirausahaan Sosial Dikumpulkan
Harga BBM Naik, Mentan: Kita Antisipasi Ketersediaan Pangan
MenPAN-RB: Perlu Inovasi Selesaikan Masalah Tenaga Honorer
BBM Naik Solusi Komisi VI Agar Jadi Negara Kaya Energi, Tingkatkan Produksi Minyak
DAMRI Layani Transportasi Jalur Darat Jawa-Bali, Ongkos Mulai dari Rp90.000
Siap-Siap, Biaya Pengiriman Barang Naik 20 Persen Imbas Mahalnya Harga BBM
Harga Semen di Papua Meroket Jadi Rp650.000 per Sak Usai Harga BBM Naik
Ternyata Limbah Batu Bara Bisa Diolah Jadi Pupuk, Total Penghematan Capai Rp7,4 M
Tarif Ojek Online Naik Mulai Hari Ini, Berikut Rinciannya
Polisi Temukan Indikasi Penerima BLTD Ganda di Buleleng, Ini Penyebabnya
15 Polisi Dipatsuskan Akibat Kasus Brigadir J Dibebaskan, Ini Alasan Polri
Kasat Narkoba Polres Karawang AKP EDI Nurdin Dipecat Polri usai Edarkan Sabu
Beda Perlakuan buat Putri Candrawathi dengan Rakyat Jelata
VIDEO: Keberanian Bripka RR Tolak Permintaan Ferdy Sambo Tembak Brigadir J
VIDEO: Bripka RR Ungkap Rayuan Uang Ferdy Sambo, Baru Sodorkan Langsung Diambil Lagi
VIDEO: Profil AKP Dyah Chandrawati, Polwan Pertama Disidang Etik Kasus Ferdy Sambo
VIDEO: Bripka RR Nangis Ingat Ayahnya Polisi, Siap Terus Terang di Kasus Brigadir J
VIDEO: Keberanian Bripka RR Tolak Permintaan Ferdy Sambo Tembak Brigadir J
VIDEO: Bripka RR Ungkap Rayuan Uang Ferdy Sambo, Baru Sodorkan Langsung Diambil Lagi
VIDEO: Profil AKP Dyah Chandrawati, Polwan Pertama Disidang Etik Kasus Ferdy Sambo
VIDEO: Bripka RR Nangis Ingat Ayahnya Polisi, Siap Terus Terang di Kasus Brigadir J
Bharada E Masih Trauma usai Terapi Psikologi, Ingin Dipertemukan dengan Orangtua
Kuasa Hukum Brigadir J: Lie Detector Tak Berfungsi Kalau Digunakan ke Psikopat
Eks Wadirkrimum Polda Metro AKBP Jerry Siagian Dipecat Polri Terkait Kasus Brigadir J
Pecinta Kucing & Anjing Bisa Dapat Vaksin Rabies Gratis, Cek Syarat dan Lokasinya
BPOM Izinkan Penggunaan Vaksin Dengue Qdenga untuk Usia 6-45 Tahun
Ragam Kendala yang Dihadapi Persib Jelang Duel Kontra Arema FC di BRI Liga 1
BRI Liga 1: Satu Angka dari RANS Nusantara FC Diyakini Bisa Jadi Titik Balik Persik Musim Ini
Advertisement
Advertisement
Pertahanan Sandiaga Diterpa Isu Konflik Internal Gerindra
Mempersoalkan Hilangnya PP 99 Tahun 2022, Aturan yang Bikin Koruptor Mudah Bebas
Nyanyian Ulang Tahun dari Dalam Gedung DPR, di Luar Pagar Pedas Kritik Demonstran
Gracia Josaphat Jobel Mambrasar ST., M.Sc., MBA
Generasi Muda Papua Membangun Indonesia
Emil Elistianto Dardak
Menjawab Realita Profesi Masa Depan
Dr. Ilham A. Habibie, MBA
Akselerasi dengan Data Driven Government