BANJARMASIN – Provinsi Kalsel tercatat sebagai salah satu penyumbang kasus rabies di Indonesia. Setidaknya, ini diungkapkan Medik Veteriner di Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin, drh Annang Dwijatmiko.
Tanpa bisa merincikan secara detail, ia bilang temuan kasus rabies tersebar di berbagai daerah di Kalsel. “Kalsel, termasuk bendera merah untuk kasus rabies,” ucapnya, Minggu (18/9).
Lalu, apakah Banjarmasin termasuk di dalamnya? Syukurlah, menurut Annang, masih nol kasus. Kendati demikian, bukan berarti tak ada laporan.”Tim kami yang ada di rumah sakit Sultan Suriansyah Banjarmasin melaporkan ada banyak kasus gigitan hewan itu,” ujarnya.
Disinggung hewan apa yang paling banyak atau cenderung memiliki rabies, Annang menyebut, 90 persen ada pada anjing. Sisanya, menyasar kucing, musang hingga monyet.
Mengutip catatan Kemenkes RI di tahun 2020 lalu, angka kematian akibat rabies di Indonesia masih tinggi. Pertahun, mencapai 100 hingga 156 kasus. Dengan tingkat kematian 100 persen.
Tak ayal, itu menggambarkan rabies masih menjadi ancaman bagi masyarakat.Masih berdasarkan data yang sama, dari 34 provinsi di Indonesia, hanya ada delapan provinsi yang bebas rabies. Yaitu Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Papua, Papua Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur. Sedangkan 26 provinsi lainnya, masih berstatus endemik rabies.
Kembali ke Banjarmasin, dalam hal pencegahan rabies, DKP3 rupanya cukup cekatan. Salah satu upaya yang dilakukan, melalui vaksinasi rabies massal.Menggandeng Tim Animal Rescue, Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan di DKP3 Banjarmasin, pihaknya memvaksin sejumlah hewan peliharaan.
Mulai dari kucing, anjing, musang, hingga monyet. Lokasi vaksinasi digelar di Taman Satwa Kebun Binatang Jahri Saleh. Di Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara.Kegiatan vaksinasi gratis untuk hewan peliharaan itu, digelar hingga sepekan mendatang.
Berdasarkan pantauan Radar Banjarmasin, setidaknya sudah ada puluhan hewan peliharaan yang mendapatkan vaksinasi. Annang bilang, antisipasi melalui kegiatan vaksinasi gratis itu digelar tiap tahun. “Target kami hari ini, 100 ekor hewan,” ungkapnya.
Apakah ada kendala? Masih berdasarkan pantauan. Kendala tak begitu ada. Para petugas kesehatan hewan, baik yang menyuntikkan vaksin dan yang bertugas membantu, sepertinya sudah mahir.
“Kalau pun bisa disebut kendala, hanya karakter hewan yang sangat aktif saja. Jadi perlu penanganan ekstra, agar hewan bisa lebih tenang,” tambahnya.Kemudian, tidak hanya pemberian vaksin rabies. Hewan peliharaan yang diboyong warga, juga turut diberikan vitamin khusus hewan. Adanya vaksinasi rabies dan pemberian vitamin gratis itu, tentu langsung dimanfaatkan masyarakat Banjarmasin.
Salah seorang warga, Dina, misalnya, bahkan memboyong tiga ekor kucingnya. “Ini pertama kali saya lakukan. Lumayan, bisa menghemat biaya,” ujarnya.Selain itu, warga yang tinggal di Pengambangan itu juga mengaku sangat terbantu dengan adanya pelaksanaa vaksinasi rabies itu.
“Biar hewan peliharaan saya tidak sakit. Dengan ini, semoga dapat mengantisipasi penyakit rabies yang kerap menyasar hewan,” pungkasnya. (war)
BANJARMASIN – Provinsi Kalsel tercatat sebagai salah satu penyumbang kasus rabies di Indonesia. Setidaknya, ini diungkapkan Medik Veteriner di Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin, drh Annang Dwijatmiko.
Tanpa bisa merincikan secara detail, ia bilang temuan kasus rabies tersebar di berbagai daerah di Kalsel. “Kalsel, termasuk bendera merah untuk kasus rabies,” ucapnya, Minggu (18/9).
Lalu, apakah Banjarmasin termasuk di dalamnya? Syukurlah, menurut Annang, masih nol kasus. Kendati demikian, bukan berarti tak ada laporan.”Tim kami yang ada di rumah sakit Sultan Suriansyah Banjarmasin melaporkan ada banyak kasus gigitan hewan itu,” ujarnya.
Disinggung hewan apa yang paling banyak atau cenderung memiliki rabies, Annang menyebut, 90 persen ada pada anjing. Sisanya, menyasar kucing, musang hingga monyet.
Mengutip catatan Kemenkes RI di tahun 2020 lalu, angka kematian akibat rabies di Indonesia masih tinggi. Pertahun, mencapai 100 hingga 156 kasus. Dengan tingkat kematian 100 persen.
Tak ayal, itu menggambarkan rabies masih menjadi ancaman bagi masyarakat.Masih berdasarkan data yang sama, dari 34 provinsi di Indonesia, hanya ada delapan provinsi yang bebas rabies. Yaitu Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Papua, Papua Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur. Sedangkan 26 provinsi lainnya, masih berstatus endemik rabies.
Kembali ke Banjarmasin, dalam hal pencegahan rabies, DKP3 rupanya cukup cekatan. Salah satu upaya yang dilakukan, melalui vaksinasi rabies massal.Menggandeng Tim Animal Rescue, Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan di DKP3 Banjarmasin, pihaknya memvaksin sejumlah hewan peliharaan.
Mulai dari kucing, anjing, musang, hingga monyet. Lokasi vaksinasi digelar di Taman Satwa Kebun Binatang Jahri Saleh. Di Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara.Kegiatan vaksinasi gratis untuk hewan peliharaan itu, digelar hingga sepekan mendatang.
Berdasarkan pantauan Radar Banjarmasin, setidaknya sudah ada puluhan hewan peliharaan yang mendapatkan vaksinasi. Annang bilang, antisipasi melalui kegiatan vaksinasi gratis itu digelar tiap tahun. “Target kami hari ini, 100 ekor hewan,” ungkapnya.
Apakah ada kendala? Masih berdasarkan pantauan. Kendala tak begitu ada. Para petugas kesehatan hewan, baik yang menyuntikkan vaksin dan yang bertugas membantu, sepertinya sudah mahir.
“Kalau pun bisa disebut kendala, hanya karakter hewan yang sangat aktif saja. Jadi perlu penanganan ekstra, agar hewan bisa lebih tenang,” tambahnya.Kemudian, tidak hanya pemberian vaksin rabies. Hewan peliharaan yang diboyong warga, juga turut diberikan vitamin khusus hewan. Adanya vaksinasi rabies dan pemberian vitamin gratis itu, tentu langsung dimanfaatkan masyarakat Banjarmasin.
Salah seorang warga, Dina, misalnya, bahkan memboyong tiga ekor kucingnya. “Ini pertama kali saya lakukan. Lumayan, bisa menghemat biaya,” ujarnya.Selain itu, warga yang tinggal di Pengambangan itu juga mengaku sangat terbantu dengan adanya pelaksanaa vaksinasi rabies itu.
“Biar hewan peliharaan saya tidak sakit. Dengan ini, semoga dapat mengantisipasi penyakit rabies yang kerap menyasar hewan,” pungkasnya. (war)
Perhatikan Perkembangan Muaythai
Di Kalsel, Baru 20 Perpustakaan Perguruan Tinggi yang Terakreditasi

Jl. A Yani Km 26, 900 Landasan Ulin, Kota Banjarbaru. (Klik untuk lihat Maps)

Telp: 0511-4706151, 0511-3303553
Fax: 05114706150
– redaksi@radarbanjarmasin.co.id
– iklan@radarbanjarmasin.co.id
– pemasaran@radarbanjarmasin.co.id

source