logo
Selamat
Logo
twitter
facebook
instagram
youtube
Rabu, 21 September 2022
21 September 2022
15:53 WIB
Penulis: Gemma Fitri Purbaya,
Editor: Satrio Wicaksono
JAKARTA – Laporan terbaru dari World Alzheimer's Report 2022 menyebut, 85% dari total 55 juta Orang Dengan Demensia (ODD) tidak menerima perawatan pasca diagnosis. Padahal perawatan pada ODD sangat penting, mengingat jumlah ODD diperkirakan akan mencapai 139 juta orang di seluruh dunia pada 2050.
Demensia sendiri merupakan kondisi ketika seseorang kehilangan kemampuan kognitifnya, seperti berpikir dan mengingat. Kondisi ini tentu akan mempengaruhi kehidupan dan produktivitas sehari-hari. Pada beberapa kasus, ODD tidak dapat mengontrol emosi mereka sehingga terjadi perubahan perilaku.
Meskipun demensia lumrah ditemukan pada orang tua, tetapi demensia merupakan bukan kondisi yang normal. Hingga saat ini, demensia belum dapat disembuhkan.
Tetapi terdapat perawatan, pengobatan, dan dukungan pasca diagnosis yang bisa dilakukan guna meningkatkan kualitas hidup ODD. Hal ini termasuk perawatan farmakologis dan non-farmakologis, caregiver, akses ke perawatan kesehatan, dukungan untuk aktivitas kehidupan sehari-hari, adaptasi di rumah, sosial inklusi, hingga kesempatan untuk beristirahat.
Namun sayangnya dalam laporan terbaru yang ditulis oleh Alzheimer's Disease International (ADI) bersama McGill University menemukan, baru 15% ODD yang menerima perawatan pasca diagnosis, sementara sisanya tidak mendapatkan hal tersebut. Sementara perawatan pasca diagnosis sangat dibutuhkan bagi ODD.
"Walaupun demensia belum memiliki obat, ada bukti jelas yang menunjukkan bahwa perawatan, pengobatan, dan dukungan pasca diagnosis yang tepat akan meningkatkan kualitas hidup ODD secara signifikan. Ini juga memungkinkan banyak ODD untuk menjadi mandiri dan tidak membebani caregiver dan keluarga," kata CEO ADI, Paola Barbarino dalam keterangannya, Rabu (21/9).
Dari sana, ia berharap sistem perawatan kesehatan global dapat memberikan perawatan dan dukungan pasca diagnosis yang memadai bagi orang-orang yang hidup dengan demensia. Apalagi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengakui demensia sebagai invisible disability dan perawatan pasca diagnosis ODD diakui sebagai hak asasi manusia.
PBB juga telah mendesak pada pemerintah di seluruh dunia untuk memasukkan perawatan pasca diagnosis ke dalam perencanaan strategis sistem kesehatan nasional.
Di Indonesia sendiri, pertumbuhan jumlah lansia mencapai 29 juta orang di 2021, sementara ODD mencapai 1,2 juta di 2016. Diprediksi pada tahun 2050 akan ada 4 juta ODD sehingga menunjukkan pentingnya dukungan dari semua pihak dalam mendukung layanan pasca diagnosis untuk meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian pasien.
Bagikan ke:
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on LinkedIn
Share on Whatsapp
Silahkan login untuk memberikan komentar
Login atau Daftar
Tentang kami
Redaksi
Pedoman dan Siber
Disclaimer
Privacy Policy
Kontak
©Validnews 2022 All rights reserved.