TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Ibu korban pembacokan di Jalan Suratmo Semarang, Arya Putra Dirgantara, melapor ke Polrestabes.
Saat melayangkan laporan, Ibu korban Retno Chandra Wati membawa foto kondisi anaknya yang sedang dirawat intensif di RSUP Kariadi.
“Saya akan melaporkan karena anak saya mendapat tindak kekerasan. Anak saya kena bacok di Jalan Suratmo oleh orang yang tidak dikenal,” ujarnya kepada tribunjateng.com, Senin (1/8/2022).
Retno tidak mengetahui persis kejadian pembacokan tersebut. Namu dia mendapat kabar dari teman anaknya bahwa Arya terkena bacok melalui telepon.
“Waktu itu temannya tersebut cuma bak buk terus. saya teriak kenapa. Dijawab Arya kena bacok. Langsung saya bersama bapaknya menjemput Arya di klinik dekat Puskesmas Manyaran. Langsung saya suruh bawa ke Kariadi,” tutur dia.
Menurutnya, saat itu anaknya mengalami luka di punggung kiri dan mengenai paru-paru. Pada kejadian tersebut ada korban yakni teman anaknya yang mengalami kasus serupa.
“Saat itu anak saya habis main gim online di wilayah Suratmo. Terus mau nganter temannya boncengan naik motor ada 3 hingga 4 motor. Tiba-tiba di belakang ada orang tak dikenal berboncengan menggunakan dua motor membawa sajam menguntit anak saya,” ujar wanita yang merupakan pedagang kaki lima di wilayah Suratmo.
Dikatakan, anaknya saat kondisinya semakin membaik dan telah dirawat kamar inap. Namun dirinya mengalami kesulitan biaya atas kejadian tersebut.
“Hingga tadi pagi biaya untuk perawatan anak saya mencapai Rp 9.302.000. Biaya perawatan tidak di cover BPJS Kesehatan karena ini merupakan korban tindak pidana kekerasan. Padahal saya mempunyai BPJS UHC,” imbuhnya.
Pamit Pergi