Laporan Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Para ASN jajaran Pemkab Bireuen apabila berada di warung kopi atau café pada jam kerja tolong ganti baju dulu, sehingga tidak malu dengan masyarakat, instansi vertikal dan juga tidak ditangkap anggota Satpol PP dan WH Bireuen.
Hal tersebut disampaikan Pj Bupati Bireuen, Dr Aulia Sofyan PhD dalam apel gabungan perdana di jajaran Pemkab Bireuen, Senin (22/08/2022) dan berbagai pesan penting lainnya. Apel gabungan perdana bertempat di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen.
Apel gabungan dihadiri mulai dari Sekdakab Bireuen, para asisten, staf ahli, Kepala SKPK Pemkab Bireuen, Kepala Sekolah SD, SMP, SMA dan SMK/sederajat. Kemudian seluruh kepala Puskesmas dan para pegawai di lingkungan Pemkab Bireuen.
Dr Aulia mengatakan, para ASN diminta untuk tidak berada di warung atau café pada jam kerja, apabila memang ingin berada di warung kopi pada jam dinas sebaiknya ganti baju dulu baru ke warung kopi. “Malu kita dengan pakaian dinas, pada jam dinas berada di warung kopi,” ujarnya.
Apabila berada di warung kopi dan masih berpakaian dinas malu dengan masyarakat dan juga anggota Satpol PP akan mendata dan mungkin akan menangkap ASN yang sedang di warung kopi dengan pakaian dinas.
“Terkait kedisiplinan misalnya, usahakan jangan lagi duduk-duduk di warung kopi jam-jam kerja, saya malu dengan instansi vertikal lainnya di Bireuen,” ungkapnya.
Ditambahkan, sejak beberapa hari lalu bertugas di Bireuen ianya sudah melihat secara dekat beberapa Puskesmas, mengunjungi sejumlah masjid dan melakukan beberapa pertemuan. Dalam kunjungan ke Puskesmas Juli beberapa waktu lalu katanya, ia mendapati salah satu Puskesmas Juli belum ada mushalla, ia berharap segera disediakan ruangan sebagai mushalla.
Kemudian dalam mengunjungi beberapa masjid, sebagian besar sudah bersih dan nyaman, namun masjid Jamik Jeunieb Bireuen kebersihan perlu ditingkatkan. “Mana camat Jeunieb tolong koordinasi dengan pengurus masjid agar masjid lebih bersih dan indah,” ujarnya.
Ditambahkan, pelayanan di sektor kesehatan hasil pengecekan ke beberapa Puskesmas sudah lumayan bagus, dari sisi anggaran Pemkab Bireuen terbatas, kepala dinas diharapkan ada inovasi, usahakan ada lobi-lobi dengan Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Pusat.
Kepada para kepala sekolah semua jenjang pendidikan, harapnya tidak saja cuma membina kecerdasannya saja, tetapi akhlak juga lebih penting. Sementara itu, bagi kepala SD dalam pengelolaan dana BOS harus lebih tepat guna dan juga dapat mencegah anak-anak bermain game, pendidikan bidang akhlak harus lebih ditingkatkan lagi sehingga anak-anak lebih beradab dan sopan.
Begitu juga di setiap instansi pemerintah harus ada tempat shalat atau musala walaupun kecil jangan sampai tidak ada tempat untuk sembahyang. “Di dinas-dinas juga saya harapkan upayakan gelar ceramah-ceramah internal untuk mendidik secara tidak langsung bagi pegawai,” ujarnya.
Pj Bupati mengatakan sesuai arahan dari Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki program kedepan lebih banyak ke pengentasan kemiskinan. Seperti pembangunan rumah duafa, dan penanganan stunting, termasuk juga pengembangan sumber daya manusia (SDM) mulai dari tingkat kabupaten sampai ke gampong di Bireuen, terang Dr Aulia Sofyan,
Harapan penting lainnya yang disampaikan di hadapan ratusan PNS mulai dari kepala SD, SMP, SMA, SMK sederajat dan juga para kepala SKPK untuk tidak saling fitnah memburukkan satu sama lain. “Jangan saling adu domba dan fitnah, kerjakan tugas masing-masing dengan sebaik mungkin,” ujarnya.
Penegasan lainnya menyangkut penerapan komputerisasi atau digitalisasi untuk seluruh SKPK, pelajari berbagai aplikasi sehingga pekerjaan dapat ditangani secepat mungkin. “Paling lambat 1 Januari 2023 mendatang penerapan digitalisasi harus berjalan maksimal,” ujarnya.(*)
Baca juga: Hasil KSM Kankemenag Bireuen Diumumkan, Ini Juaranya
Baca juga: Sejumlah Proposal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Umuslim Peroleh Bantuan Dana Hibah Kampus