Radar Jogja
RADAR JOGJA – Memperingati Dies Natalis ke-3 STIKES Notokusumo Yogyakarta menggelar acara orasi ilmiah sebagai acara puncak dies natalis. Acara ini diselenggarakan di Hotel Sahid Jaya Babarsari pada Sabtu, 20 Agustus 2022. Acara ini dihadiri oleh sivitas akademika dan tamu undangan baik secara langsung maupun daring.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Notokusumo Drs. Samudro Tjondronegoro, M.Hum. mengungkapkan, dampak pandemi Covid-19 terhadap dunia pendidikan yaitu menuntut perubahan mendasar di dunia pendidikan. Pemerintah melalui Kemendikbud melakukan pembenahan sistem pendidikan di Indonesia, salah satunya dengan diluncurkannya Program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka.
“Sistem Kampus Merdeka diciptakan sebagai upaya pemerintah untuk menyiapkan mahasiswa menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja serta perkembangan teknologi yang sangat pesat. Apabila program ini dapat diimplementasikan dengan baik, maka hard skills dan soft skills mahasiswa dapat terbentuk dengan kuat,” ujar Samudro mengingatkan.
Ketua STIKES Notokusumo Yogyakarta Giri Susilo Adi, M.Kep dalam sambutannya menyampaikan, capaian program dan prestasi dalam satu tahun terakhir di antaranya capaian prestasi mahasiswa dalam berbagai lomba tingkat regional maupun internasional. Juga capaian bidang akademik ditunjukkan dengan kelulusan 100% Uji Kompetensi Nasional untuk Prodi D3 Keperawatan, dibukanya prodi baru S1 Keperawatan-Ners, dan pengembangan SDM secara kualitatif dan kuantitatif.
“Semoga ke depan STIKES Notokusumo Yogyakarta semakin bertumbuh, berkembang dan berbuah. Bertumbuh menjadi institusi yang besar dan kuat , berkembang dengan berbagai prodi baru, berbuah dengan menghasilkan lulusan tenaga kesehatan yang semakin berkualitas,” harapnya.
Staf pengajar STIKES Notokusumo Yogyakarta Novi Widyastuti Rahayu, M.Kep.,Ns. Sp.Kep.J., sebagai orator pertama mengangkat judul orasi, “Strengthening FPE sebagai Dasar Family Support dan Adherence Obat Pasien Skizofrenia”. Salah satu gangguan jiwa berat yang perlu menjadi perhatian adalah skizofrenia. Pengobatan skizofrenia ini membutuhkan partisipasi dan dukungan anggota keluarga. “Family Psyhcoeducation (FPE) merupakan salah satu elemen program keperawatan jiwa keluarga dengan cara pemberian informasi dan edukasi melalui komunikasi terapeutik,” tandasnya.
Sementara Staf Pengajar dari Prodi S1 Farmasi apt. Dian Purwita Sari, M.Biotech sebagai orator kedua mengangkat judul, “Inovasi Teknologi Farmasi untuk Mendukung Mutu Kesehatan”. Inovasi teknologi farmasi terus dilakukan untuk menjawab tantangan dan perkembangan yang terjadi.
Dengan kegiatan Orasi Ilmiah ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan segenap sivitas akademika dalam perkembangan mutakhir di bidang kesehatan, khususnya bidang keperawatan dan farmasi. Serta dengan bertambahnya usia institusi STIKES Notokusumo Yogyakarta bisa memberikan semangat yang lebih bagi segenap sivitas akademika STIKES Notokusumo Yogyakarta. (*/ila)