Tuesday, 25 Muharram 1444 / 23 August 2022
Tuesday, 25 Muharram 1444 / 23 August 2022
Senin 22 Aug 2022 17:14 WIB
Rep: eric iskandarsjah z/ Red: Hiru Muhammad
Asuka melakukan inovasi lewat head unit yang mampu menjaga kualiatas udara dalam kabin dengan mengintergrasikan built in air purifier dan carbon sensor
REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG–Head unit kini tak lagi hanya berfungsi sebagai sarana penunjang untuk memutar musik dan video saat tengah mengendarai mobil. Berkat kemajuan inovasi, head unit kini juga bisa berperan dalam menjaga kesehatan pengendara.
Inovasi itu sendiri dihadirkan oleh Asuka Car TV yang dinaungi oleh PT Intersis Sejahtera Abadi. Direktur PT Intersis Sejahtera Abadi, Albert Lim mengatakan, GIIAS kali ini dijadikan sebagai momen bagi Asuka untuk memperkenalkan head unit Asuka ACK-509/510 MAX yang dibekali fitur untuk mendeteksi CO2 dan sanggup membunuh virus sekaligus membersihkan udara hingga partikel PM 2,5.
“Lewat head unit ini, pengendara bisa menikmati kualitas audio visual terbaik sekaligus menjaga kualitas udara di dalam kabin. Kualitas udara di dalam kabin merupakan hal yang sangat penting karena kabin merupakan ruangan yang tertutup rapat sehingga kualitas udara yang dihirup oleh pengendara harus terjaga,” kata Albert kepada Republika.co.id saat dijumpai di booth Asuka pada GIIAS 2022 beberapa waktu lalu.
Head unit yang ditawarkan dengan harga sekitar Rp 17 juta ini sendiri bisa berperan dalam menjaga kualtias udara karena terintegrasi dengan air purifier dan carbon sensor. Lewat kedua deivice itu, maka kualitas udara di dalam kabin bisa selalu terjaga dan pengendara bisa terus memastikan kondisi udara di dalam kabin.
“Seluruh device itu terintegrasi dengan head unit. Sehingga, informasi yang ditangkap oleh sensor dalam device itu bisa ditampilkan dalam layar head unit. Device itu pun didesain dengan ringkas dan bisa diletakan di bagian yang tersembunyi sehingga membuat kabin tetap terlihat clean,” ujarnya.
Inovasi ini pun dianggap berperan dalam meningkatkan keselamatan pengendara baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Mengingat, kadar karbon dioksida yang terlalu tinggi bisa membuat pengemudi jadi kekurangan oksigen sehingga hal itu bisa memicu rasa kantuk serta pusing dan membuat pengemudi bisa kehilangan fokus.
Jika pengendara menghirup udara berkualitas buruk secara terus menerus, maka hal itu akan membuat pengendara berpotensi mengalami persoalan kesehatan pada sistem pernafasan dan memicu terjadinya kanker.
Pengendara sendiri bisa memastikan kualitas udara dalam kabin lewat Asuka Health Care Assistant. Jika aplikasi itu menunjukkan indikator berwarna merah, artinya kualitas udara sedang kurang baik dan pengendara disarankan untuk membuka jendela sejenak sehingga sirkulasi udara jadi lebih lancar.
Dapatkan Update Berita Republika
Safari Politik Puan Bisa Buyarkan Peta Koalisi Parpol yang Sekarang Ada
Kemungkinan Gugurnya Ganjar dan Anies Jadi Capres Nasdem Seusai Pertemuan Paloh-Puan
Jalur Mandiri Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri Harus Dievaluasi
Alasan Luis Milla Akhirnya Mau Tinggalkan Spanyol demi Persib
Analisis BMKG Mengapa Hujan Lebat Terus Terjadi pada Musim Kemarau
Keuangan
PGN lewat Gagas Energi perluas cakupan lewat CNG dan targetkan UMKM dan industri
Papua Maluku
Personel Kodim Jayawijaya sempat bentrok dengan Brimob nonorganik di Wamena.
Berita Dpr Ri
Kebijakan PTN Berbadan Hukum membuat PTN berlomba-lomba membuka jalur mandiri
Liga Inggris
Klopp menegaskan untuk menunjukkan Liverpool tim bagus, harus lewat kerja keras.
Hukum
Total kerugian para korban ditaksir mencapai Rp 5,6 miliar.
4 PHOTO
3 PHOTO
3 PHOTO
2 PHOTO
5 PHOTO
Selasa , 23 Aug 2022, 01:13 WIB
Selasa , 23 Aug 2022, 08:11 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved