Prokes Diperketat 
SOLO – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 kembali meningkat di Kota Solo. Bahkan, ada laporan masuk, seorang siswa terpapar. Sebagai antisipasi, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta mendorong satuan pendidikan untuk memperketat protokol kesehatan (prokes), selama pembelajaran tatap muka (PTM).
Sekretaris Disdik Kota Surakarta Dian Rineta menjelaskan, ada satu laporan sekolah yang siswanya terkonfirmasi Covid-19. Tindak lanjutnya, PTM di sekolah tersebut dihentikan. Kemudian di-tracing dan treatment.
“Kebanyakan memang dari luar sekolah kenanya. Sekarang masyarakat jauh lebih pintar. Kemarin kasus yang di SD itu, diduga dari orang tuanya. Dan orang tua melapor ke sekolah. Saya rasa saat ini masyarakat maupun sekolah, sudah jauh lebih baik penanganannya,” katanya, Selasa (2/8).
Sebagai antisipasi, satuan pendidikan wajib mengingatkan seluruh warganya untuk mengenakan masker. Baik saat beraktivitas di dalam maupun di luar ruangan.
“Prokes selalu kami ingatkan untuk diperketat. Setiap apel pagi, kami ingatkan jepada kepala sekolah maupun pengawas untuk mematuhi prokes,” tegasnya, kemarin (2/8).
Selain itu, disdik juga meminta satuan pendidikan untuk meningkatkan sinergi, antara guru dengan masyarakat. Memastikan agar anak-anak aman dari paparan Covid-19.
“Pastinya tidak bisa hanya dari sekolah saja. Keluarga dan masyarakat juga harus bekerja sama, dengan menaati prokes. Sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19,” beber Dian.
Kepala Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah VII Jawa Tengah Suratno menambahkan, jenjang SMA dan SMK juga wajib meningkatkan prokes. Karena sudah ada laporan kasus Covid-19 di jenjang SMA. Temuan ini ditindaklanjuti dengan tracing dan treatment.
“Ada temuan satu siswa di SMAN 5 Surakarta. Tapi setelah di-tracing satu kelas, tidak ditemukan lagi. Jadi siswa yang bersangkutan hanya isoman (isolasi mandiri). PTM tetap berjalan,” terangnya.
Sementara itu, peningkatan prokes diterapkan SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Surakarta. Berupa cek suhu tubuh dan wajib memakai masker.
“Para guru selalu mengingatkan anak agar selalu mencuci tangan. Mengingat untuk menjaga jarak, dan menunggu di kelas sampai di jemput orang tuanya. Saat ini anak-anak pembelajaran tatap muka 100 persen, dan wajib memakai masker,” beber Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo Ketelan Sri Sayekti. (ian/fer/dam)
SOLO – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 kembali meningkat di Kota Solo. Bahkan, ada laporan masuk, seorang siswa terpapar. Sebagai antisipasi, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta mendorong satuan pendidikan untuk memperketat protokol kesehatan (prokes), selama pembelajaran tatap muka (PTM).
Sekretaris Disdik Kota Surakarta Dian Rineta menjelaskan, ada satu laporan sekolah yang siswanya terkonfirmasi Covid-19. Tindak lanjutnya, PTM di sekolah tersebut dihentikan. Kemudian di-tracing dan treatment.
“Kebanyakan memang dari luar sekolah kenanya. Sekarang masyarakat jauh lebih pintar. Kemarin kasus yang di SD itu, diduga dari orang tuanya. Dan orang tua melapor ke sekolah. Saya rasa saat ini masyarakat maupun sekolah, sudah jauh lebih baik penanganannya,” katanya, Selasa (2/8).
Sebagai antisipasi, satuan pendidikan wajib mengingatkan seluruh warganya untuk mengenakan masker. Baik saat beraktivitas di dalam maupun di luar ruangan.
“Prokes selalu kami ingatkan untuk diperketat. Setiap apel pagi, kami ingatkan jepada kepala sekolah maupun pengawas untuk mematuhi prokes,” tegasnya, kemarin (2/8).
Selain itu, disdik juga meminta satuan pendidikan untuk meningkatkan sinergi, antara guru dengan masyarakat. Memastikan agar anak-anak aman dari paparan Covid-19.
“Pastinya tidak bisa hanya dari sekolah saja. Keluarga dan masyarakat juga harus bekerja sama, dengan menaati prokes. Sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19,” beber Dian.
Kepala Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah VII Jawa Tengah Suratno menambahkan, jenjang SMA dan SMK juga wajib meningkatkan prokes. Karena sudah ada laporan kasus Covid-19 di jenjang SMA. Temuan ini ditindaklanjuti dengan tracing dan treatment.
“Ada temuan satu siswa di SMAN 5 Surakarta. Tapi setelah di-tracing satu kelas, tidak ditemukan lagi. Jadi siswa yang bersangkutan hanya isoman (isolasi mandiri). PTM tetap berjalan,” terangnya.
Sementara itu, peningkatan prokes diterapkan SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Surakarta. Berupa cek suhu tubuh dan wajib memakai masker.
“Para guru selalu mengingatkan anak agar selalu mencuci tangan. Mengingat untuk menjaga jarak, dan menunggu di kelas sampai di jemput orang tuanya. Saat ini anak-anak pembelajaran tatap muka 100 persen, dan wajib memakai masker,” beber Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo Ketelan Sri Sayekti. (ian/fer/dam)
Penerbit : PT Surakarta Intermedia Pers
Alamat : Jalan Kebangkitan Nasional Nomor 37 Surakarta

source