Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes dan Tim Pandemi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI kembali mengumumkan hasil survei serologi antibodi penduduk Indonesia terhadap virus SARS-CoV-2.
Hasil kadar antibodi penduduk Indonesia meningkat dari yang sebelumnya 444 unit per mililiter menjadi 2.097 unit per mililiter.
Survei serologi ke-3 ini dilakukan di 100 kabupaten/kota terpilih yang tersebar di 34 provinsi.
Metode survei menggunakan kuesioner, pengambilan darah, kemudian pemeriksaan ada tidaknya antibodi SARS-CoV-2 dan kadarnya.
Pemeriksaan dilakukan di BKPK dan jejaring laboratoriumnya.
Baca juga: Kadar Antibodi Masyarakat Terhadap Covid-19 Naik 4 Kali Lipat, Vaksinasi Booster Jadi Pemicu
Disampaikan Peneliti dari FKMUI, Pandu Riono, terdapat perbedaan kadar antibodi berdasarkan kelompok umur.
Rerata beda titer antibodi menurut kelompok umur tertinggi pada kelompok usia 60 tahun ke atas yakni 3.504,6 unit per mililiter.
Lalu usia 30 tahun sampai 59 tahun sebesar 2.427,3 unit per mililiter, dan usia 19 tahun sampai 29 tahun sebesar 2.337,9 unit per mililiter.
”Peningkatan mulai tinggi terjadi pada usia di atas 18 tahun karena kelompok usia tersebut sudah ada program vaksinasi booster sejak Januari 2022,” ujar Pandu dalam konferensi pers virtual beberapa waktu lalu.