Google Maps AS Akan Melabeli Klinik Kesehatan yang Sediakan Aborsi
KOMPAS.com – Google Maps AS akan secara eksplisit melabeli fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan aborsi.
Dilansir TechCrunch, ini adalah perubahan lyang dibuat setelah keputusan Mahkamah Agung untuk membatalkan Roe v Wade dan mengakhiri perlindungan federal untuk aborsi.
Pencarian “klinik aborsi di dekat saya” sekarang akan memungkinkan pengguna melihat tempat mana yang dikonfirmasi untuk menawarkan layanan aborsi.
Baca juga: Tolak Aborsi, Istri Dibakar Suami Saat Hamil 5 Bulan, Alami Luka Bakar 100 Persen
Jika Google tidak memiliki konfirmasi, label akan berbunyi “mungkin tidak menyediakan aborsi”.
Jika tidak ada hasil di sekitar, Google akan memberikan opsi untuk memperluas pencarian ke lebih jauh.
Langkah ini dilakukan setelah laporan Bloomberg bahwa Google Maps menunjukkan pusat kehamilan krisis, yang tidak menyediakan aborsi dan sering mendistribusikan informasi yang salah tentang prosedur medis yang aman ketika seseorang mencari klinik aborsi.
Analisis dari kelompok lain memiliki temuan serupa.
Center for Countering Digital Hate, misalnya, menemukan bahwa 37 persen pencarian Google Maps seputar aborsi mengarahkan orang ke klinik anti-aborsi.
Baca juga: Gadis Ohio Harus Susah Payah Aborsi ke Indiana akibat Diperkosa, Picu Kemarahan Pembatalan Roe v Wade
Pendekatan baru Google tidak menandai atau membatasi pencarian pusat kehamilan krisis secara khusus, yang diminta oleh anggota parlemen AS dalam sebuah surat pada bulan Juni.
Sistem pelabelan Google juga akan berlaku untuk fasilitas lain yang menawarkan layanan khusus, seperti rumah sakit veteran.

Baca juga: Biden: Layanan Kesehatan AS Harus Setujui Aborsi jika Nyawa Calon Ibu Terancam
“Kami meluncurkan pembaruan yang memudahkan orang untuk menemukan tempat yang menawarkan layanan yang mereka cari, atau memperluas hasil mereka untuk melihat lebih banyak opsi,” kata juru bicara Google.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi Kompas.com
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

source