logo
Selamat
Logo
twitter
facebook
instagram
youtube
Selasa, 23 Agustus 2022
20 Agustus 2022
11:56 WIB
Penulis: Oktarina Paramitha Sandy,
Editor: Nofanolo Zagoto
JAKARTA – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta agar seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) memprioritaskan penggunaan alat kesehatan (alkes) produksi dalam negeri.
Menurut Budi, hal tersebut dilakukan bukan hanya sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian bangsa saja. Namun juga untuk mendorong ketahanan sistem kesehatan yang merupakan pilar ketiga transformasi kesehatan.
“Untuk pembelian pemerintah, Pak Presiden minta sekitar 40% dari anggaran dipakai untuk belanja UMKM supaya terjadi perputaran. Untuk itu, semua alkes yang bisa diproduksi dalam negeri harus dioptimalkan,” ujar Budi dalam keterangan pers yang diterima, Jumat (19/8) malam.
Budi mengatakan, saat ini Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan telah mengidentifikasi alkes kesehatan yang mampu diproduksi dalam negeri. Selanjutnya, pihaknya akan memasukkan daftar alkes tersebut ke dalam e-katalog, agar dapat dimanfaatkan dan diproduksi secara nasional.
Selain itu, pihaknya juga telah melakukan kegiatan Evaluasi Penggunaan Alat Kesehatan Dalam Negeri di Fasyankes, khususnya bahan medis habis pakai (BMHP) dan reagensia. Hal ini dilakukan guna memantau peralihan belanja alat kesehatan impor menjadi alat kesehatan dalam negeri di fasilitas pelayanan kesehatan.
“Saya sudah minta agar dipastikan apa saja alat-alat yang bisa diproduksi dalam negeri untuk selanjutnya kita kunci di e-katalog biar produsen lokal ini bisa ikut berkontribusi,” ujar Budi saat berkunjung ke Politeknik ATMI Surakarta.
Salah satu alkes yang dianjurkan tempat tidur, semua rumah sakit pusat maupun daerah harus memakai tempat tidur produksi dalam negeri. Selain tempat tidur, alat kesehatan yang telah diidentifikasi mampu memenuhi pangsa pasar dalam negeri diantaranya antropometri, kasa, dan kapas, dan lain-lain.
“Saat ini, kita telah melakukan pembelian 300 ribu antropometri untuk selanjutnya didistribusikan ke puskesmas, posyandu prima dan posyandu di seluruh Indonesia,” ujar Budi.
Sementara itu, Menteri Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Teten Masduki menyebutkan telah menyiapkan langkah strategis guna memenuhi kebutuhan alat kesehatan produksi dalam negeri. Pertama dengan mendorong UMKM masuk dalam industri berbasis teknologi dan kreativitas, serta yang kedua dengan membangun rumah produksi bersama bagi para pelaku UMKM.
“Jadi nanti pemerintah bersama UMKM bisa duduk bersama untuk mengembangkan ekosistem mengenai produk dibutuhkan pemerintah dan ekosistem pembiayaannya,” ujar Teten.
Bagikan ke:
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on LinkedIn
Share on Whatsapp
Silahkan login untuk memberikan komentar
Login atau Daftar
Tentang kami
Redaksi
Pedoman dan Siber
Disclaimer
Privacy Policy
Kontak
©Validnews 2022 All rights reserved.